Selamat datang d blog Heri Jaya, semoga bermanfaat untuk semua.

27 Desember 2013

RUU Pemilu: Mantan Napi Bisa Dipilih Jadi Caleg

Pansus RUU Pemilu terus menggodok aturan main dalam Pemilu. Salah satunya, DPR membuka ruang bagi mantan narapidana yang ingin mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg).

"Sudah disetujui bahwa konsepnya kita memberikan hak bagi mantan terpidana untuk bisa dipilih menjadi anggota DPR, DPRD dan DPD," ujar Wakil Ketua Panja RUU Pemilu I Gede Pasek Suardika saat dihubungi detikcom, Minggu (29/1/2012).

Menurut Gede, alasannya utama mantan narapidana bisa menjadi caleg adalah persamaan hak setiap warga negara. Bila toh mereka pernah melakukan kesalahan lantas dipidana, hal itu sudah ditebus dengan pidana penjara yang ia jalani.

"Banyak juga orang yang dulu jahat setelah dipenjara malah jadi baik. Jadi tauladan dan sering memberi ceramah yang baik," terangnya.

Menurut Gede, aturan ini nantinya tidak berlaku bagi residivis. Menurut Panja, residivis tidak perlu mendapatkan hak politiknya untuk dipilih karena ia mengulangi perbuatan jahat yang telah dilakukannya.

"Saat ini aturan ini sudah disetujui, tetapi memang belum diketuk palu karena redaksionalnya sedang dibahas di tim perumus. Tetapi sudah disetujui bahwa mantan napi boleh memiliki hak politik untuk jadi caleg,"terangnya.

Namun mantan napi yang boleh menjadi caleg bukan tanpa syarat. Eks napi baru boleh mencalonkan diri setelah lima tahun bebas dari hukuman.

"Dan dia harus mengumumkan kepada publik bahwa dia seorang mantan narapidana ketika mencalonkan diri. Jadi, pertama tidak berlaku untuk residivis, selain itu baru boleh lima tahun setelah bebas dari penjara dan harus mengumumkan bahwa dirinya mantan napi saat nyaleg," terangnya.

Panja Pemilu merumuskan hal itu mengadopsi putusan MK pada tahun 2009 terkait uji materi 3 pasal di UU Pemilu dan Pemda yang yang membolehkan mantan terpidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara atau lebih dapat penjadi peserta pemilu. Uji materi itu diajukan oleh Robertus, eks terpidana kasus pembunuhan di Pagar Alam, Sumsel. Berbekal putusan MK itu, Robertus berniat ikut Pemilu 2014.

Meski demikian, putusan pada 3 pasal itu dinyatakan inskonstitusional bila tak memenuhi empat syarat yang ditetapkan MK yaitu:

1. Tak berlaku untuk jabatan publik yang dipilih (elected officials),
2. Berlaku terbatas jangka waktunya hanya selama lima tahun sejak terpidana selesai menjalani hukumannya
3. Dikecualikan bagi mantan terpidana yang secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik bahwa yang bersangkutan mantan terpidana;
4. bukan sebagai pelaku kejahatan yang berulang-ulang.


Share:

26 Desember 2013

4 Alasan PBNU Merokok itu Tidak Haram

Jika banyak orang menyatakan perang terhadap rokok, tidak demikian dengan ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU). Tidak seperti saat melarang pembagian kondom, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) justru tidak mendukung kampanye Kemenkes untuk menekan angka perokok di Indonesia.

Berbagai pembenaran dan alasan dikemukakan oleh PBNU. Menurut, staf dewan halal PBNU, Kiai Arwani Faisal, semua kiai NU pun telah sepakat untuk memperbolehkan pengikutnya menghisap rokok.

Bahkan, pihaknya menegaskan tidak akan mengharamkan rokok hingga kiamat. "Rokok itu mubah, sampai kiamat ulama NU ga akan mengharamkan rokok. Untuk penderita jantung rokok haram. Tapi kalau rokok bikin semangat enggak haram lagi," kata dia sambil tertawa saat membawakan materi di diskusi publik 'Kampanye kondom, anti rokok: Indah tapi manipulatif,' di kantor PBNU, Jakarta, Senin (16/12).

Berikut empat alasan PBNU tak mau haramkan rokok hingga kiamat seperti dirangkum merdeka.com.

1. Rokok tidak bahaya
Merdeka.com - Staf dewan halal PBNU, Kiai Arwani Faisal mengatakan penetapan rokok tidak berbahaya sudah diperhitungkan masak-masak ketika muktamar NU. Bahkan ada dalil agama yang membenarkan kalau rokok ini tidak terlalu berbahaya sehingga hukumnya mubah.

"Harus dilihat kadarnya. Kalau Ma'syadahnya (kerugian) besar hukumnya haram. Rokok kan sekali hisap tidak langsung pingsan," kata dia saat membawakan materi di diskusi publik 'Kampanye kondom, anti rokok: Indah tapi manipulatif,' di kantor PBNU, Jakarta, Senin (16/12).

2. Merokok, kiai sepuh NU masih panjang umur
Merdeka.com - Sebagai perokok aktif, para pembesar NU mengkritik kampanye antirokok yang digalakkan Kemenkes. Menurut PBNU, rokok tidak punya bahaya yang berlebihan terhadap kesehatan manusia sehingga tidak perlu dilarang berlebihan.

"Kok kejam langsung bilang haram, ulama NU bilang enggak haram. Karena puluhan tahun merokok sehat-sehat saja. Kan tingkat bahayanya dilihat," jelas Staf dewan halal PBNU, KH. Arwani Faisal di diskusi publik 'Kampanye kondom, anti rokok : Indah tapi manipulatif,' di kantor PBNU, Jakarta, Senin (16/12).

3. Rokok tidak haram.
Merdeka.com - PBNU tidak mendukung kampanye Kemenkes untuk menekan angka perokok di Indonesia. Menurut, Staf dewan halal PBNU, Arwani Faisal, rokok tidaklah haram.

"Rokok itu mubah, sampai kiamat ulama NU ga akan mengharamkan rokok. Untuk penderita jantung rokok haram. Tapi kalau rokok bikin semangat enggak haram lagi," kata dia sambil tertawa saat membawakan materi di diskusi publik 'Kampanye kondom, antirokok: Indah tapi manipulatif,' di kantor PBNU, Jakarta, Senin (16/12).

Dia juga mengklaim kalau kiai NU sebenarnya mendukung upaya meminimalisir rokok. Itu dibuktikan dengan penetapan hukum 'mubah' untuk pengikut PBNU.

"Kiai gak berarti menerima data kesehatan. Rokok mubah karena menerima data kesehatan. Kalau enggak nerima, akan menetapkan hukum rokok wajib. Itu justru karena ngerti itu bahaya," katanya.

4. Rokok kretek sehat
Merdeka.com - Ketidaksetujuan NU terhadap kebijakan Menkes semakin meruncing. Seolah membalas kampanye antirokok menkes, kini NU menggalakkan rokok alami alias kretek.

"Rokok ini (kretek) bermanfaat untuk kita yang berbahan alami. Yang alamiah selalu lebih baik. Alam itu baik untuk manusia tinggal pengetahuan kita." jelas Profesor Universitas Brawijaya, Sutiman di kantor PBNU Jakarta, (16/12).

Alasannya, dibandingkan dengan rokok lainnya, rokok jenis kretek tidak punya bahan kimia berlebih.

"Ini kan dari bahan alami dan kalau dibakar elemen pecah sendiri. Kalau daun dia enggak berbahaya. Menurut saya komponen (kimia) semakin sedikit semakin sehat," tutur dia.

Share:

Caci Maki Pedagang, Kedok Peminta Sumbangan Terbongkar

Hamzah (36) yang mengaku berprofesi sebagai peminta-minta sumbangan untuk salah satu panti asuhan di kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menerima bogem mentah dari sejumlah pedagang di Pasar Sentral Kolaka. Hamzah bahkan nyaris menjadi sasaran amuk para pedagang.
Namun, dia terbebas dari ancaman amuk massa setelah aparat kepolisian tiba di tempat kejadian perkara. Hamzah pun segera digelandang ke Polres Kolaka.

Kepada pihak berwajib, dia mengaku kesal dengan ulah pedagang di pasar sentral Kolaka yang kerap menghina dirinya. Merasa tidak tahan dengan hinaan tersebut, Hamzah pun naik pitam dengan memaki kembali para pedagang pasar tersebut.

“Saya jengkel Pak, mereka itu sering bilang kalau saya tidak ada pekerjaan, selain jadi peminta-minta. Akhirnya saya kata-katai mereka,” ucapnya di Polres Kolaka, Kamis (26/12/2013).

Dalam pengembangan kasus tersebut, polisi menemukan fakta baru bahwa hasil dari sumbangan yang dikumpulkannya tidak sepenuhnya disetorkan ke panti asuhan tempatnya bekerja. Hamzah menggunakan uang tersebut guna memenuh kebutuhan sehari-hari.

Hamzah mengaku mampu menutupi kredit motornya sebesar Rp 976.000 per bulan. Dia juga menggunakan dana yang dikumpulkannya untuk membeli telepon genggam jenis Blackberry. Hamzah juga mengaku bisa membeli Playstation model terbaru.

“Tetap saya setorkan juga uang sumbangan itu ke panti asuhan. Sudah dua kali saya kirim Pak. Dalam tiga bulan saya kirim Rp 500.000. Selain itu, saya juga ada dua orang anggota saya yang ikut meminta sumbangan kepada warga. Itu tersebar di beberapa daerah di Kolaka. Penghasilannya bisa mencapai Rp 300.000 satu hari pak,” tambah Hamzah yang sudah berhasil mengumpulkan uang sumbangan sebesar Rp 160.000 untuk hari ini saja.

Berdasarkan keterangannya, polisi menyimpulkan Hamzah telah melakukan penipuan dengan modus meminta sumbangan atas nama panti asuhan. Oleh karena itu, dirinya dapat dijerat pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan.

“Jadi di pasar tadi itu banyak yang pukul dia sehingga mukanya bengkak. Nah Hamzah ini cukup banyak meresahkan warga akibat aksinya itu yang tidak jelas. Kita tangkap tadi itu juga ada warga yang melapor. Dia itu bisa dipenjara empat tahun lamanya, sesuai dengan pasal 378 KUHP,” tutup Kepala Sentra Pleyanan Kepolisian Reseort Kolaka, Ipda Asmulyadi.

Share:

25 Desember 2013

Internet Banking BRI Pesan 'User ID Terblokir' ????

Sungguh aneh,saat login internet bri di ib.bri.co.id tau tau dapet pesan seperti ini :


User ID Terblokir

Silakan hubungi Call Center BRI di 14017, 62-21-500017 atau 62-21-57987400 dengan menyebutkan kode kesalahan yang tertulis pada sebelah atas layar pesan kesalahan.


Yang anehnya lagi, akun bank BRI punya temen juga mengalami hal yang sama.
haddeh.. ada2 saja. tunggu samapi besok alau teteap seperti ini ya ngga tau harus bener-bener nelpon Call center mungkin ya??
Share:

Gambar & Ucapan Selamat Tahun Baru Happy New Year 2014

2014 Masehi adalah tahun pada milenium ke-3, abad ke-21, dan dekade 2010-an dalam kalender Gregorian.
2014 merupakan tahun biasa yang bermula pada hari Rabu.


Nah, langsung saja , kali ini sy mau membagikan Ucapan tahun baru 2013 berupa gambar maupun kata-kata kalimat happy new year 2014.
yang berhasil sy kumpulkan dari berbagai sumber ter heboh.
oke scroll kebawah, silahkan :



Gambar yang lainya masih sy simpan, tunggu sebentar lagi sy upload :D
Share:

20 Desember 2013

Polri dan Kejaksaan berebut uang tilang 400M.


Uang tilang sebesar Rp 400 miliar hingga kini masih mengendap di BRI. Hal ini terjadi karena ketidaksinkronan penerapan undang-undang yang mengatur uang tilang antara polri dan kejaksaan. Kedua institusi itu bersikukuh uang tilang masuk ke kas peneriman negara bukan pajak (PNBP) masing-masing.

Hal itu mengemuka saat Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR menggelar rapat kerja dengan jajaran Kejagung, KPK, Kemenku dan Kapolri yang diwakili Kabareskrim di Gedung Nusantara II DPR RI, Selasa (17/12) sore. Dalam acara yang dipimpin Ketua BAKN Sumarjati Arjoso, membahas permasalahan terkait barang rampasan, barang jaminan dan sitaan serta uang pengganti tindak pidana.

Wakil Ketua KPK Zulkarnain dalam kesempatan ini mengatakan, uang tilang yang dititipkan oleh penyidik ke BRI selama ini masih mengendap. Sebelum keputusan pengadilaninkrah, sebelum ada perintah Kejati uang belum masuk ke kas negara. “Jadi selama ini menggantung di BRI sehingga negara tidak bisa memanfaatkan pada waktunya,” ujarnya.

Mengenai prosedur tilang ini, Kabareskrim Suhardi Alius mengemukakan, kepolisian bila memberikan surat tilang bila berwarna merah berarti akan melaksanakan sidang sendiri. Tapi kalau warna biru berarti si pelanggar bisa langsung uang tilang ke BRI. Disitu ada table dengan batas maksimal misalkan tak gunakan helm, didenda Rp 200 ribu, maka wajib setor ke BRI sejumlah itu. Tapi aplikasinya bisa saja hakim memutus Rp 50 ribu, sehingga uang sampai ratusan miliar masih tergantung di BRI.

Ia menambahkan, selama tahun 2012-2013 dari 21 Polda di seluruh Indonesia mengumpulkan total uang tilang senilai Rp 111, 37 miliar. Tentang kendala pengelolaan barang bukti, tiga kendala utama yaitu ketersediaan ruang barang bukti yang masih sangat terbatas. Hanya tersedia 70 rumah penyiataan benda negara sedangkan polres yang ada di Indonesia sebanyak 521. Hal ini berdampak setiap penyidik menyimpan barang bukti berkaitan perkara yang disidik dalam ruang masing-masing yang berpotensi timbulkan kerusakan atau hilang.
http://www.dpr.go.id/id/berita/bakn/2013/des/17/7304/uang-tilang-rp-400-m-mengendap-di-bri


Share:

Mantan Personel SMASH Calonkan Diri Sebagai Wakil Bupati Pacitan

Teka-teki siapa calon Wakil Bupati Pacitan sebagai pengganti almarhum H. Prajitno, mulai mendapat perhatian partai politik lain diluar Partai Demokrat. Sebut saja Partai Hanura, yang juga berancang-ancang mencalonkan kader terbaiknya sebagai orang nomor dua di kabupaten berjuluk Kota 1001 Goa tersebut. Pada kesempatan temu kader, Sabtu (2/10) kemarin, partai besutan Jenderal (Pur) Wiranto itu mulai mengkampanyekan politisi muda yang dianggap berkompeten memimpin Kabupaten Pacitan mendampingi H. Indartato. Dia adalah Pringgo Digdo. Sosok muda berparas tampan inilah yang akan disorongkan Hanura sebagai calon Wabup Pacitan. “Sebagai generasi muda, saya berkeinginan untuk membantu memajukan daerah dan mensejahterakan masyarakat,” ujar Pringgo Didgo, saat dikonfirmasi di Sekretariat DPC Partai Hanura Kabupaten Pacitan.
Politisi muda yang pernah menyabet trophy kejuaraan Abang dan Nona Jakarta Tahun 2010 tersebut mengungkapkan, kecintaanya pada Pacitan memang sudah terbangun sejak ia masih usia kanak-kanak. Bukannya tanpa alasan, Pringgo Didgdo mengatakan seperti itu. Sebagai generasi muda yang punya historia dengan Pacitan, sudah selayaknya ikut berkiprah membangun kampung nenek moyangnya. “Kebetulan sekali, ayah dan kakek saya asli orang Pacitan. Itulah yang melatar belakangi keinginan saya mencalonkan diri sebagai wakil bupati,” ceritanya, kemarin.

Ia menyadari, untuk bisa masuk nominator usulan calon Wabup Pacitan ke lembaga DPRD memang bukan persoalan gampang. Kendati begitu, Pringgo Didgo tetap optimistis bisa mewujudkan impiannya menjadi wakil kepala daerah. “Pacitan punya banyak potensi. Seperti pariwisata, perikanan dan pertanian. Saya berkeinginan sekali mengembangkan potensi tersebut, seandainya saya memang terpilih sebagai Wakil Bupati di tanah kelahiran ayahanda saya nanti,” harapnya.


  1. Harapan tidak sekedar harapan, keinginannya maju sebagai Cawabup Pacitan memang sudah dipersiapkan sejak dini. Utamanya program-program pembangunan yang kelak akan bisa membawa dampak peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lantas bagaimana dengan dunia entertainment yang sudah digeluti selama ini? Bagi dia, dunia keartisan hanya sekedar sampingan. Yang utama, anak kandung dari Tomas Wihongko, Caleg DPR-RI Dari Partai Hanura tersebut berkeinginan sukses didunia politik. Termasuk menjadi pemimpin didaerah kelahiran Presiden SBY. “Saya boleh saja berharap seperti itu. Namun saya juga harus siap seandainya tidak terpilih. Nothing to loose aja lah Mas,” tandasnya.
Share:

Ingat Ya!! Yang Pakai Rotator & Sirine Bisa Kena PIDANA

Anda tentu sering melihat mobil atau motor yang bukan peruntukannya, menggunakan lampu sinyal (rotator) dan sirine di jalan raya. Perilaku pengendara kendaraan pribadi yang memakai rotator dan sirine ini sering menjengkelkan karena kerap mendesak kendaraan lain dan terkesan arogan.


Selama Operasi Zebra yang digelar sejak tanggal 28 November hingga Rabu, 11 Desember 2013 kemarin, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan jajaran telah menindak 7 mobil pribadi yang menggunakan rotator. Kasubdit Penegakan Hukum (Gakum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Hindarsono mengatakan, penindakan dilakukan di jalan umum hingga jalan tol.

"Kendaraan yang ditilang ada Pajero Sport, Nissan Grand Livina hingga Toyota Avanza," ujar Hindarsono, kepada detikcom, Kamis (12/12/2013).

Di Tol Wiyoto Wiyono, anggota Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) menilang mobil Jeep Pajero Sport. Selain itu, polisi juga menilang mobil minibus Grand Livina, di wilayah Jakarta Utara.
"Sidangnya tanggal 13 Desember 2013 di Pengadilan Negeri setempat di mana dia tertangkap melakukan pelanggarannya itu," tuturnya.

Mengacu pada Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan No 22 Tahun 2009 pasal 59 ayat (5) Penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:
A. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk mobil petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia;
B. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk mobil tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, dan jenazah;
dan C. Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk mobil patroli jalan tol, pengawasan sarana dan Prasarana Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek Kendaraan, dan angkutan barang khusus.

Pengendara yang melanggar ketentuan tersebut dapat di kenakan ketentuan pidana sesuai dengan Pasal 287 Ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 yang berbunyi "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Dua ratus lima puluh ribu rupiah)."
Harusnya 250jt atau penjara seumur hidup. Karena ini sudah meresahkan.
Share:

Ini Cara Kerja Cairan Setan untuk Pencurian Motor

Pelaku pencurian sepeda motor mulai meninggal kunci leter T untuk membobol motor korbannya. Mereka kini mulai menggunakan cara yang lebih mudah dengan menggunakan "cairan setan". 

Cairan ini adalah hasil racikan dari sejumlah bahan kimia yang bisa membuat baja, besi atau alumunium pada kunci motor menjadi terkorosi. 

Apa itu "cairan setan"

Marketing Manager di Laboratorium Afiliasi Kimia Universitas Indonesia, Puji Yanto, mengatakan, "cairan setan" diduga kuat kumpulan dari cairan asam. Biasanya, cairan tersebut digunakan untuk analisis kimia atau penelitian di laboratorium dan industri.

Untuk kasus yang terjadi di Sawah Besar, dia belum mengetahui jenis asam apa yang dicampurkan oleh pelaku. "Tapi, yang jelas ini pasti cairan asam. Ada beberapa jenis yang dimungkinkan digunakan pelaku. Bisa jadi, ini jenis asam nitrat, asam klorida, atau asam sulfat,” ujar Puji pada VIVAnews.

Puji menjelaskan, asam sulfat, asam nitrat, dan asam klorida (HCL) memiliki sifat yang berbeda. Misalnya, asam nitrat biasa digunakan di bagian metalurgi dan pengilangan, karena dapat bereaksi dengan metal.

Ketika dicampurkan dengan asam klorida, campuran ini akan membentuk aqua regia, satu dari sedikit reagen yang dapat melarutkan emas dan platinum.

Sementara itu, asam klorida merupakan larutan akuatik dari gas hidrogen klorida (HCL) yang biasa digunakan untuk keperluan industri. Asam klorida harus ditangani dengan keselamatan yang tinggi, karena merupakan cairan yang sangat korosif.
Berbeda dengan asam klorida, asam sulfat merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat. Zat ini larut dalam air pada semua perbadingan. Ini juga merupakan salah satu produk utama industri kimia.
Puji menambahkan, asam sulfat memang berbahaya bila terkena pada jaringan seperti kulit. Efek yang ditimbulkan akibat sifat asam sulfat sebagai senyawa korosif dan penarik air yang kuat, dapat menyebabkan kulit seperti terkena luka bakar.

Namun, luka bakar akibat asam sulfat berpotensi lebih buruk daripada luka bakar akibat asam kuat lainnya. Ini karena adanya tambahan kerusakan jaringan oleh senyawa H dan O dari jaringan ditarik sebagai H2O (dehidrasi). Selain itu, akan terjadi kerusakan termal sekunder akibat pelepasan panas oleh reaksi asam sulfat dengan air.

Selain berbahaya untuk kulit dan jaringan, asam sulfat pekat berasap (Oleum) juga membahayakan pernapasan. Bila terjadi kecelakaan terpapar asam sulfat pada kulit harus dilakukan penanganan yang cepat dan benar.

Perawatan pertama yang standar dalam menangani tumpahnya asam sulfat ke kulit adalah dengan membilas kulit tersebut dengan air sebanyak-banyaknya dan yang terpenting air harus mengalir.

Pembilasan dilanjutkan selama 10 sampai 15 menit untuk mendinginkan jaringan di sekitar luka bakar asam dan guna menghindari kerusakan sekunder. Pakaian yang terkontaminasi oleh asam sulfat harus dilepaskan dengan segera dan bilas kulit yang berkontak dengan pakaian tersebut.

“Untuk itu, cairan ini tidak dijual bebas di pasaran. Hanya untuk keperluan analisis kimia dan industri,” kata Puji Yanto.


Bila terkena cairan ini, dalam waktu singkat, kunci akan terkikis dan kunci motor atau kunci pengamanan pada kendaraan akan mudah dibuka.


Biasanya, pelaku memasukan cairan setan dengan menggunakan jarum suntik. Modus ini dianggap lebih mudah dan tidak menimbulkan kecurigaan, karena pelaku tetap menggunakan kunci biasa dan bukan dengan menggunakan kunci leter T yang juga membutuhkan tenaga besar untuk merusak kunci motor.

Pada Rabu, 18 Desember 2013, lima pelaku yang menggunakan modus ini ditangkap Kepolisian Sawah Besar. Seluruh pelaku ditembak saat dalam penangkapan.

Pelaku yang ditangkap terdiri dari kelompok Cengkareng yakni MA alias Doyok, Ma alias Babeh, AL alias dan kelompok bahari terdiri dari TR alias Yanto dan TJP.

Kata Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar, Iptu Reza Fahlevi, kelompok ini biasanya mengincar kendaraan yang pakir di di dalam garasi rumah. Tak segan-segan, kerap mengancam korban dengan senjata tajam dan senjata api.

Selain mengamankan lima pelaku, polisi mengamankan kunci letter T dan sebuah botol berisi cairan kimia. Di kalangan "pemetik" motor, cairan ini memang sedang tenar dan dinamakan "cairan setan".

"Kami mengimbau agar pemilik kendaraan menambahkan kunci rahasia pada kendaraannya. Dan bagi yang merasa kehilangan bisa mendatangi Polsek Sawah Besar," katanya
Share:

19 Desember 2013

Kemhan akan Bangun Pertahanan Rudal Jarak Menengah

Sebagai salah satu bentuk pelaksanaan rencana pembangunan kekuatan pertahanan yang dicanangkan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) sejak 2010 lalu, Kemhan akan membangun pertahanan rudal jarak menengah.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro pada Rabu (18/12/2013), “Itu adalah peluru yang menjangkau antara 100-150 kilometer sampai dengan 300-400 kilometer,” jelasnya saat ditemui setelah acara penandatanganan MoU dengan Pertamina di Kementerian Pertahanan.

Dia juga menjelaskan bahwa nantinya rudal tersebut akan digunakan oleh pesawat-pesawat tempur milik TNI AU dan kapal-kapal selam milik TNI AL yang akan dibeli dari Rusia. Keunggulan kapal selam dari Rusia yang dapat menembakkan rudal itulah yang menjadi alasan Kemhan membeli kapal-kapal tersebut.

Selain Rusia, ada beberapa negara lain yang bekerja sama dengan Indonesia dalam penyediaan alutsista dalam rangka menyelesaikan rencana pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia. Hal ini tidak menimbulkan reaksi khusus dari negara asia tenggara lainnya.

“Kita kan bukan buat menyerang negara lain, tapi buat mempertahankan kedaulatan kita,” jelas Purnomo. Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa upaya pembangunan pertahanan ini juga untuk kepentingan dalam negeri, termasuk warga Indonesia, agar warga merasa aman dan tidak merasakan adanya gangguan dari pihak luar.
www.solopos.com/2013/12/19/kemhan-akan-bangun-pertahanan-rudal-jarak-menengah-475691

Share:

[FOTO2] Mengikuti jalannya sidang pengesahan UU Desa dari balik lensa kamera

Langsung saja lihat foto-foto suasana sidang para wakil kita.. :)
Rabu 18 Desember adalah hari bersejarah bagi desa-desa di Indonesia. Pada hari itu, Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan UU Desa.

Seperti apa jalannya sidang? Mari kita pantau melalui jepretan kamera wartawan berikut ini.


Seperti terlihat dari banyaknya bangku kosong, tak begitu banyak anggota parlemen yang hadir di sidang ini. Ke mana mereka, jangan tanya kami.


Mungkin karena tak ada teman mengobrol, seorang wakil rakyat merasa bosan sehingga dia memutuskan bermain telepon seluler — tapi sembunyi-sembunyi supaya tidak terlalu mencolok.

(Duh, kenapa ada wartawan di samping sih, jadi ketahuan deh.)


Ada pula anggota Dewan yang buka sesi konsultasi fotografi. Bagaimana Bu? Pencahayaannya sudah oke, belum.

Eh, itu selfie, ya Pak? Wah mau ikut kontes selfie di Flickr berhadiah iPad mini, nih! #promosi


so·li·ter /solitér/ a secara menyendiri atau sepasang-sepasang, tidak secara kelompok (tt pola hidup organisme di alam)

Sesuai namanya, Solitaire memang cocok dimainkan seorang diri. Untunglah diciptakan telepon seluler berlayar besar, jadi nyaman buat main game.


Ibu, kalau pakai tongsis lebih banyak angle yang bisa dieksplorasi, loh. \m/


Buat apa punya telepon seluler canggih kalau cuma dipakai foto. Nonton film, dong ah!


Kami salah sangka, kami pikir duduk manis selama sidang itu mudah. Ternyata menyita energi begitu besar. Buktinya, Bapak ini tertidur pulas karena letih.

(Tak usah dibangunkan ya, siapa tahu dia habis lembur berhari-hari kurang tidur.)


Dan begitu palu diketuk, para perangkat desa bersorak bergembira karena penantian panjang (seluruh proses memakan waktu tujuh tahun) akhirnya berakhir.

Hidup desa! Hidup DPR! Hidup Indonesia!

(Sssst, jangan teriak keras-keras, nanti Bapak yang tertidur tadi jadi terbangun.)

Foto-foto Tony Hartawan, TEMPO
Share:

18 Desember 2013

Ada Lagi Video Porno Anak SMP Sukabumi Beredar

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi meminta aparat penegak hukum dan Dinas Pendidikan setempat menindak penyebar dan pelaku video porno salah satu pelajar SMP di Kadudampit.  

"Kami prihatin dan kecewa dengan adanya video porno yang diduga dilakukan oleh salah satu pelajar SMP swasta di Kadudampit tersebut. Maka dari itu aparat penegak hukum dan disdik harus mengambil sikap dan tindakan tegas baik kepada pelaku maupun penyebar video porno tersebut," kata Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Badri Suhendi kepada Antara, Rabu (18/12).  

Menurut Badri, sanksi tegas tersebut bisa saja melalui pembinaan terhadap pelaku atau dikembalikan kepada orang tuanya sesuai dengan peraturan yang berlaku di sekolah tersebut.

Namun, sebaiknya kepada para pelaku diberikan pembinaan keagamaan tanpa perlu harus dikeluarkan dari sekolahan, karena mereka juga masih mempunyai hak pendidikan sampai lulus SMA.  

Khusus untuk penyebar video berdurasi 3:24 menit dengan jumlah pengunjung sampai saat ini sudah mencapai 63 ribu pengunjung harus segera ditangkap dan video yang juga tersebar di Youtube tersebut harus segera dihapus agar tidak ada lagi yang menontonnya.  

Untuk antisipasi ke depannya sekolah dan disdik setempat harus mempunyai formula yang tepat kepada para pelajarnya seperti memberikan pendidikan ekstrakulikuler wajib sehingga, pelajar lebih banyak diam di sekolah dari pada masyarakat.

Karena dengan progam tersebut pelajar yang baru pulang dari sekolahnya akan merasa lelah sehingga lebih memilih diam di rumah dari berkeluyurand dan main dengan rekan-rekannya.  

"Peningkatan pembinaan juga tidak hanya di lakukan di sekolah, tetapi orang tua juga wajib memantau perkembangan anaknya dan tidak membebaskan main dengan orang lain untuk mencegah perilaku buruk kepada si pelajar tersebut," tambahnya.  

Sementara, Bupati Sukabumi, Sukmawijaya mengatakan antisipasi lainnya adalah seperti membatasi penggunaan telepon genggam atau handphone di kalangan pelajar menengah.


Karena tingkat kemajuan teknologi di HP bisa juga berdampak negatif seperti dengan mudahnya pelajar mengunduh video porno dari internet
Share:

Dicurangi Atlet Tuan Rumah, Pelari Indonesia Menangis

Indonesia Mungkin Sudah Biasa di Curangi oleh Bangsa Lain, dan "Saya Prihatin" kata bpk Presi kita - Triyaningsih tertunduk lesu saat masuk garis finis. Bahkan air matanya menetes tak tertahankan setelah hanya menjadi runner-up di nomor favoritnya lari 5.000 meter di lintasan lari Wunna Theikdi Stadium, Naypyitaw, Myanmar pada SEA Games 2013 hari ke-14, kemarin.


Air mata Triya mengalir bercampur dengan keringat yang membanjiri mukanya. Atlet jebolan Diklat Salatiga Jawa Tengah ini menangis bukan semata karena gagal mempertahankan medali emas. Ia mengucurkan air mata sebab merasa dicurangi oleh pihak tuan rumah hingga hanya meraih medali perak.

Medali emas di nomor ini jatuh ke tangan atlet tuan rumah, Phyu War Thet. Medali perunggu juga disabet pelari Myanmar Khin Mar Sal. Kubu Indonesia kemudian menilai kemenangan War Thet kontroversial. Mereka menyebut ada kecurangan yang jelas-jelas dilakukan oleh si atlet yakni keluar dari jalur. Tim Indonesia pun mengajukan protes resmi.

"Benar, kami protes karena ingin menegakkan aturan. Seharusnya atlet tuan rumah didiskualifikasi," kata manajer atletik Indonesia, Paulus Lay, usai perlombaan.

Menurut dia, kemenangan tuan rumah harus didiskualifikasi karena sang atlet keluar dari jalur. Itu terlihat jelas pada layar televisi yang ditayangkan di stadion. Bahkan pemutaran tayangan dilakukan dua kali. "Terlihat jelas di layar, tapi juri tidak mendiskualifikasi. Makanya kita protes," katanya.

Wasit atletik, Soe Han, sempat mendatangi Paulus Lay. Ia meminta rekaman video untuk memastikan adanya pelanggaran tersebut. "Kenapa minta ke kami, ofisial pasti punya rekamannya," katanya.

Catatan waktu Triya yang terpaut jauh dengan War Thet kian menegaskan kecurigaan tersebut. Triyanigsih mencatatkan waktu 16 menit 24,36 detik. Sedang Phyu War Thet melesat dengan catatan waktu 16 menit 06,1 detik. Peraih perunggu Khin Mar Sal mengemas waktu 17 menit 37,57 detik.

Triyanigsih memang jadi andalan di nomor 5.000 meter, dan 10 ribu meter. Ia adalah juara bertahan di nomor tersebut, termasuk juga meraih medali emas di nomor maraton pada SEA Games 2011 lalu. Pada PON 2012 Riau juga menyumbangkan dua medali emas (lari 5.000 dan 10 ribu meter) untuk kontingen Jawa Tengah.

Namun, karena mepetnya waktu maraton dengan nomor 5.000 m di SEA Games kali ini, maka Triya melepas nomor maraton, dan fokus di nomor 5.000 m, serta 10.000 meter yang dijdwalkan berlangsung Kamis (19/12/2013) besok. Sayangnya, "pengorbanan" itu tak menjadi sia-sia karena ia kemudian tetap gagal mempersembahkan emas.

Dengan protes ini, data resmi catatan waktu belum dikeluarkan panitia. Meski demikian, demi menguatkan protes pihak panitia meminta pendamping Indonesia menyertakan rekaman perlombaan.

Jika Phyu War Thet terbukti berpindah jalur, ia akan didiskualifikasi dan medali emas otomatis akan menjadi milik Triyaningsih. Namun sampai kemarin sore, belum ada kabar tentang pengajuan protes tersebut.

Di nomor 5.000 meter putra, Indonesia juga gagal mempertahankan medali emas Agus Prayogo, yang juara bertahan hanya mampu menduduki posisi kelima dengan waktu 14 menit 51,91 detik.

Di nomor ini, Indonesia hanya mampu meraih medali perunggu melalui Ridwan. Medali emas jatuh ke tangan atlet Vietnam, Van Lai Nguyen, dengan perak menjadi milik Boonthung Srisung dari Thailand.

 http://www.tribunnews.com/sport/2013/12/18/dicurangi-atlet-tuan-rumah-pelari-indonesia-menangis
Share:

17 Desember 2013

Tayangan Kuis Kebangsaan Win-HT di RCTI di Tegur KPI

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memberi teguran tertulis kepada stasiun televisi swasta RCTI, atas tayangan program kuisnya bertajuk “Kuis Kebangsaan”. KPI menilai tayangan kuis tersebut melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2002 Pasal 50 ayat (4) dan Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 71 ayat (4).

Seperti dikutip dari situs resmi KPI (www.kpi.go.id), lembaga yang bertugas sebagai pengawas atas semua siaran televisi di Indonesia itu mengatakan bahwa Program Kuis Kebangsaan adalah program kuis yang telah diatur dalam Pasal 1 ayat (19) dan Pasal 70 Standar Program Siaran.

Menurut KPI, pada pasal 1 ayat (19) dijelaskan bahwa program kuis, undian berhadiah, dan permainan berhadiah lainnya adalah program siaran berupa perlombaan, adu ketangkasan, adu cepat, menjawab pertanyaan, undian, dan permainan lain yang menjanjikan hadiah.

“Sehingga KPI Pusat berkesimpulan bahwa Program Kuis Kebangsaan adalah program kuis, yaitu salah satu bentuk dari program siaran, bukan merupakan merupakan siaran iklan, sebagaimana yang saudara dalilkan,” demikian kutipan teguran tertulis dari KPI untuk tayangan Kuis Kebangsaan tersebut.

“WINHT yang merupakan singkatan dari Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo adalah calon Presiden dan Wakil Presiden dari Partai Hanura yang telah dideklarasikan oleh Partai Hanura pada tanggal 2 Juli 2013. Selain tayangan pada tanggal 1 Desember 2013 di atas, program juga menampilkan tamu/pendamping pembawa acara yang berfungsi membacakan pertanyaan kuis yang merupakan calon-calon anggota legislatif dari Partai Hanura. Sehingga KPI Pusat berkesimpulan bahwa program tersebut merupakan program kuis yang dibiayai atau disponsori oleh Peserta Pemilu, yaitu Partai Hanura,” imbuh KPI.

Dari kedua kesimpulan di atas, karena program siaran dilarang dibiayai atau disponsori oleh peserta Pemilihan Umum, KPI memutuskan bahwa program Kuis Kebangsaan tersebut telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2002 Pasal 50 ayat (4) dan Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Tahun 2012 Pasal 71 ayat (4).
“Atas dasar pelanggaran di atas, KPI Pusat memberikan sanksi administratif teguran tertulis.”

Sebelumnya beberapa waktu lalu tayangan kuis kebangsaan di RCTI ini sempat menjadi pergunjingan di sejumlah sosial, termasuk Twitter dan Kaskus. Kuis itu diduga telah diatur atau disetting, setelah beberapa peserta diketahui melontarkan jawaban sebelum pembawa acara mengajukan pertanyaan.

Namun melalui akun Twitter-nya, @kuiskebangsaan, penyelenggara acara mengatakan bahwa pihaknya selalu melakukan simulasi dengan penelpon sebelum menayangkannya secara langsung. Pada simulasi itu, penyelenggara acara memberikan pertanyaan, bukan jawaban.
Simulasi ini bertujuan memastikan kualitas jaringan telepon dalam kondisi bagus.

Sementara Sekretaris Perusahaan PT Media Nusantara Citra, Arya Sinulingga, kepada beberapa media menyatakan program Kuis Kebangsaan Win-HT bukan program internal dari RCTI, stasiun televisi yang berada di bawah bendera MNC. Kuis Kebangsaan Win-HT disebutnya murni iklan.

"Itu iklan. Sama seperti kuis-kuis yang lain seperti kuis liga sepak bola," kata Arya, Rabu (11/12/2013).

Menurut Arya, pemasang iklan Kuis Kebangsaan Win-HT adalah Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo. Arya yang juga menjabat Wakil Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Hanura, membantah kuis tersebut disponsori Hanura. "Itu murni dari Win-HT pribadi," katanya.


www.tribunnews.com/pemilu-2014/2013/12/16/kpi-beri-teguran-tertulis-untuk-tayangan-kuis-kebangsaan-win-ht-di-rcti
Share:

Pasangan Muda Tepergok Mesum di Kamar Mandi Masjid



— Sepasang muda-mudi nyaris dihakimi massa saat tertangkap basah sedang berbuat mesum di dalam kamar mandi sebuah masjid di Polewali Mandar.

Temuan ini diungkapkan Kepala Polres Polewali Mandar AKBP Yohan saat berdialog dengan sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda di Polewali Mandar, Senin (16/12/2013).

Yohan mengungkapkan, temuan itu merupakan kasus terbaru yang ditanganinya, di antara panjangnya daftar kasus serupa di wilayah tersebut. Ia mengungkapkan, kasus-kasus itu dapat menjadi patokan bahwa praktik asusila di Polewali Mandar memang sudah memasuki fase yang memprihatinkan.

Yohan mengungkapkan, pasangan yang ditangkap di masjid itu lantas dinikahkan paksa, tak lama setelah tepergok. “Subhanallah, ini sangat miris. Sepasang muda-mudi tertangkap basah berhubungan badan di toilet sebuah masjid,” ujar Kapolres.

Sebelumnya, sepasang siswa salah satu sekolah SMA ternama di Polewali Mandar juga dihebohkan dengan tertangkapnya sepasang siswa berbuat mesum di sebuah WC sekolah. Kedua pelaku seks bebas ini akhirnya dikeluarkan dari sekolah.

Terkait kasus-kasus ini, Kapolres mengimbau keterlibatan semua pihak termasuk para orangtua, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat pemerintah dalam menangani beragam penyakit sosial yang meresahkan warga.

www.tribunnews.com/regional/2013/12/16/tepergok-mesum-di-masjid-pasangan-muda-dikawinkan-paksa



Share:

Tak Kerjakan PR, Siswa SD St Thomas 5 Disuruh Telanjang

 Oknum guru Sekolah Dasar (SD) St Thomas 5 di Jl Mataram, berinisial A.D (54) dituding telah melakukan tindakan tak terpuji. Pasalnya, oknum guru yang mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia ini dengan sengaja memerintahkan siswanya untuk telanjang dengan cara membuka celana dan rok, bila tak mengerjakan pekerjaan rumah (PR).


Hal tersebut terungkap berdasarkan penuturan Ingried Anita S, ibu salah seorang siswa di SD St Thomas 5 ketika ditemui Tribun di rumahnya di Jl Sembada. "Kasus ini sebenarnya sudah lama terjadi. Bahkan sudah berulang-ulang," kata Ingried pada Tribun, Jumat (13/12/2013).

Menurut Inggried, kejadian pelecehan ini terjadi sejak pertengahan tahun 2011 lalu. Dan baru terungkap November 2013 silam, saat sejumlah orangtua siswa memberitahukannya. "Kasus ini sebenarnya sudah lama. Tapi saya baru mengetahuinya saat orangtua siswa lainnya memberitahu kepada saya. Semula saya tidak percaya, karena sewaktu saya tanya ke anak saya (RMPS), dia tidak ngaku," ujar ibu tiga orang anak ini dengan kesal.

Untuk membuktikan pelecahan tersebut, Inggried kemudian menginterogasi anaknya. "Pas saya tanya, akhirnya si Pia ngaku kalau dia sudah dua kali disuruh buka rok di depan ruangan kelas. Tapi saya belum percaya. Lalu saya tanya ke teman anak saya. Teman anak saya itu bilang, si Pia udah dua kali bik disuruh buka rok. Disitulah saya kaget bang," ujarnya.

Inggried pun kemudian mendatangi sekolah anaknya itu. Namun, alangkah kagetnya ia ketika kembali mengetahui bahwa anak pertamanya bernama Rexxy Matthew Pulo Siregar, yang sebelumnya sudah tamat dari sekolah juga pernah disuruh telanjang oleh sang guru. "Saat saya menjemput anak saya yang kedua saat pulang les, saya bertemu dengan orangtua murid juga. Kebetulan teman anak saya yang pertama (Rexxa) les di tempat yang sama. Lalu saya tanya, ternyata anak saya yang pertama juga pernah diperlakukan seperti itu," urainya.


http://kupang.tribunnews.com/2013/12/13/tak-kerjakan-pr-siswa-sd-st-thomas-5-disuruh-telanjang

Share:

16 Desember 2013

Kalahkan Myanmar, Timnas Sepakbola Indonesia Bisa Lolos ke Semifinal

Menyedihkan. Timnas Indonesia U-23 harus bertekuk lutut dengan skor telak 1-4 melawan Timnas U-23 Thailand pada laga kedua penyisihan Grup B SEA Games 2013 di Stadion Thuwunna, Yangon, Myanmar, Kamis (12/12).

Mantan pemain tim nasional Indonesia, Ferril Raymond Hattu, pun mengkritisi penampilan para pemain Indonesia menghadapi Thailand. Ia menyebut kualitas Pasukan Garuda Muda kalah dari adiknya, timnas U-19.

"Para pemain tidak mempunyai modal utama, yaitu stamina. Saya ragu terhadap penampilan tim Indonesia. Sepertinya, Timnas U-19 lebih tahu cara bermain bola," ujar Ferril, merujuk kesuksesan Timnas U-19 menjuarai Piala AFF dan lolos ke Piala Asia U-19.

"Saya sedih melihat kekalahan Timnas Indonesia. Ini laga SEA Games yang ditunggu-tunggu untuk membanggakan bangsa Indonesia, tapi mereka bermain seperti itu. Mereka bermain tidak ada greget, kurang stamina, tidak ada kreativitas," kritik Ferril yang dihubungi tadi malam.

######## Ditahan Timor Leste, RD Salahkan Pemain

Indonesia U-23 hanya bermain 0-0 dengan Timor Leste di pertandingan ketiga grup di SEA Games 2013. Pelatih tim nasional Indonesia U-23, Rahmad Darmawan menyalahkan timnya yang seharusnya bisa mencetak gol mengingat Kurnia Meiga dkk memiliki banyak peluang.

"Kami punya banyak peluang. Sayang, kami tidak bisa mencetak gol," kata RD, sapaan akrab Rahmad Darmawan.

Indonesia memang mampu menguasai permainan dan beberapa kali mengancam gawang Timor Leste. Namun, dari beberapa peluang yang tercipta, tak satu pun mampu dikonversi Garuda Muda sehingga mereka dipaksa bermain 0-0 hingga laga usai.

Menurut RD, ada beberapa faktor yang membuat pasukannya tidak bisa mencetak gol pada pertandingan tadi.

"Mereka tidak mampu mengambil keputusan dengan baik. Kami tidak tahu kapan harus mengumpan dan kapan harus menahan bola. Kami bermain sangat lambat. Kami sebetulnya punya peluang untuk bermain kombinasi, banyak variasi menyerang dari kiri dan kanan. Namun, sekali lagi, kami tak bisa cetak gol," ujar RD.

"Satu-satunya masalah adalah pemain harus tenang. Contohnya, kalau mereka bermain rapat, mereka harus memanfaatkan lewat sayap.  Tetapi seringkali saat serangan balik pemain justru menyerang lewat tengah," katanya.

######Kalahkan Myanmar, Timnas Sepakbola Indonesia Bisa Lolos ke Semifinal

 Indonesia masih mempunyai peluang untuk dapat lolos ke babak semifinal di cabang olahraga sepak bola SEA Games 2013. Syaratnya, skuat asuhan pelatih Rahmad Darmawan, harus meraih kemenangan dari Myanmar di laga pamungkas babak penyisihan Grup B di Thuwunna YTC Stadium, Senin (16/12/2013).

Apabila Indonesia meraih kemenangan melawan Myanmar, skuat ‘Garuda Muda’ mungkin akan memiliki selisih gol lebih rendah. Namun, di SEA Games peraturan kompetisi sejalan dengan peraturan di Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yaitu melihat head to head pertemuan, maka Indonesia akan lolos ke semifinal apabila meraih kemenangan.

Indonesia mengumpulkan empat poin berada di peringkat ketiga, sementara Myanmar berada di puncak grup dengan perolehan tujuh poin. Jika Indonesia menang, mereka akan menyamai perolehan poin Myanmar.

Tapi Myanmar saat ini memiliki selisih gol plus lima, sementara Indonesia adalah negatif dua. Di peraturan FIFA atau AFF, jika tim mempunyai poin sama, maka selisih gol dilihat.

Namun berdasarkan peraturan AFC, apabila ada kedua tim mempunyai poin sama, maka tim pemenang akan ditentukan melalui head to head pertemuan. Sementara, Thailand dipastikan telah lolos dari babak penyisihan Grup B, sebab secara head to head skuat asuhan pelatih Kiatisuk Senamuang meraih kemenangan 4-1 dari Indonesia pada Kamis (12/12/2013).

Berikut Pencapaian Indonesia di babak penyisihan Grup B cabang olahraga sepak bola SEA Games 2013:

Kamboja vs Indonesia 0-1 (9/12/2013)

Indonesia vs Thailand 1-4 (12/12/2013)

Timor Leste vs Indonesia 0-0 (14/12/2013)

Sumber tribunnews
Share:

Syekh Ahmad Guru Ngaji Perkosa 74 Murid

Seorang murid pengajian melaporkan guru ngajinya ke Mapolresta Medan atas tindakan pemerkosaan yang dialaminya tiga tahun lalu. Laporan yang sama sebelumnya pernah dilakukan di Polresta Medan, namun tidak pernah diteruskan.


Dalam laporannya, sang murid membongkar tindakan cabul sang guru ngaji. Dia mengatakan, sang guru ngaji telah melakukan tindakan pemerkosaan dan pelecehan seksual, terhadap 74 orang muridnya. Saat membuat laporan, korban mendapat kawalan anggota Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara.

Peristiwa pemerkosaan terhadap korban, dilakukan oleh Syekh Ahmad Arifin guru ngajinya, di Pengajian Tsamaniah, di Jalan Karya Bakti, Kecamatan Medan Johor.

Korban mengatakan, peristiwa pemerkosaan terjadi pada Oktober tahun 2010, di rumah sang guru ngaji. Pada saat itu, korban yang sedang berada di luar kota, dihubungi oleh Syekh Ahmad Arifin dan diminta segera pulang. Dengan alasan, istri sang guru sedang sakit dan minta di pijit oleh korban.

Korban yang percaya dengan omongan gurunya, pulang ke Medan dan langsung ke rumah sang guru. Setibanya di rumah pelaku, korban disuruh masuk. Namun istri guru besar tersebut tidak ada.

Sebaliknya, sang guru malah mengunci pintu dan memutar video porno di dalam rumahnya. Kemudian, perbuatan tidak senonoh itu dilakukannya. Korban yang tidak memiliki tenaga untuk melawan pun akhirnya pasrah.

Pendamping korban, Ketua FUI Sumatera Utara Indra Suheri mengatakan, jumlah murid yang di perkosa dan yang mendapat pelecehan seksual sangat banyak, mencapai 74 orang.

Namun begitu, tidak ada korban yang berani untuk membuat laporan. Mereka takut dengan ancaman sang guru ngaji. Setelah beberapa tahun menahan perasaan tertekan, salah korban baru berani menceritakan tindakan bejat tersebut.

Indra berharap, aparat kepolisian dari Polres Kota Medan segera memeriksa dan menangkap pelaku. Sebab, tindakan tersebut sudah sangat meresahkan warga.

Sumber :m.sindonews.com/read/2013/12/11/24/815823/syekh-ahmad-arifin-dilaporkan-perkosa-74-murid
Share:

15 Desember 2013

Perusahaan Asal Malaysia Menggusur Pemukiman Warga Suku Dalam

Sejak tanggal 7 Desember lalu, PT. Asiatic Persada (anak perusahaan Wilmar Grup asal Malaysia) terus mengusir paksa warga Suku Anak Dalam di tiga kampung di Jambi, yakni Padang Salak, Pinang Tinggi, dan Tanah Menang.

Menurut Damayanti, salah seorang warga SAD di Pinang Tinggi, proses pengusiran paksa itu diwarnai dengan penghancuran pemukiman warga, penghancuran rumah-rumah warga, perampasan harta benda, dan ancaman pembunuhan.
“Kami diancam mau dibunuh kalau tidak tinggal kampung. Mereka mencincang-cincang ternak kami, lantas mereka bilang, kalau berani melawan akan dibegitukan,” ungkap Damayanti.

Karena diancam mau dibunuh, kata Damayanti, warga pun tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka hanya menangis histeris ketika rumah mereka diratakan dengan tanah. Tak hanya itu, ternak warga dibantai dengan rentetan tembakan oleh TNI dan Brimob.

Ironisnya lagi, ungkap Damayanti, para penggusur yang terdiri dari TNI, Brimob, dan security PT. Asiatic merampas harta benda milik warga SAD, seperti ponsel, beras, dompet, tabungan, ayam, kambing, dan ternak lainnya.

Damayanti juga mengungkapkan, karena harta benda warga dijarah, banyak warga SAD yang belum makan sejak penggusuran dimulai. “Kami kelaparan karena harta benda kami habis. Tidak ada lagi uang untuk membeli kebutuhan hidup. Ternak-ternak kami dirampas atau dibantai,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Yelbi, warga SAD dari dusun Pinang Tinggi. Menurut Yelbi, ketika penggusuran berlangsung, warga tidak diberi kesempatan menyelamatkan harta bendanya. Malahan, kata dia, security PT. Asiatic begitu leluasa menjarah harta benda milik warga.

“Uang saya di dalam rumah tersimpan di dalam tas sebanyak Rp 2,5 juta juga diambil. Ketika saya minta uang saya, mereka (security PT. Asiatic) meletakkan samurai di batang leher saya,” katanya.

Lebih parah lagi, kata Welby, tanaman-tanaman peliharaan warga juga turut dibabat dengan parang oleh security PT. Asiatic. “tanaman seperti ubi, cabai, pohong pisang, Labu, tomat, dan lain-lain habis semua ditebas oleh mereka,” ungkapnya.

Untuk diketahui, proses pengusiran paksa warga SAD dari pemukimannya oleh PT. Asiatic Persada dilakukan dengan dukungan aparat keamanan gabungan TNI, Polri, dan Security PT. Asiatic Persada. Proses pengusiran dan kekerasan masih berlanjut hingga sekarang ini.

Saat ini banyak warga SAD yang memilih menyingkir ke tengah hutan karena ketakutan. Sebagian memilih pergi ke rumah kerabat atau kenalan. Sebagian besar terlunta-lunta tanpa tempat tinggal.

http://www.berdikarionline.com/kabar-rakyat/20131213/warga-suku-anak-dalam-kami-diancam-dibunuh-bila-tidak-tinggalkan-kampung.html


Sebuah pagi pada 11 Desember 2013 sekira jam 10.00. Basron, 41 tahun sedang menyeduh kopi hitam buatannya. Baru hendak menyeruput, tiba-tiba rumahnya terasa bergoyang. Basron bergegas menengok ke luar. Ternyata, rumahnya sudah dikepung puluhan orang. Ada berpakaian preman, karyawan PT Asiatic Persada berkaos hijau-hijau, dan masing-masing dua orang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta anggota Brigade Mobil (Brimob).

“Ada apa?” tanya Basron. Mereka menjawab, ”Kami dari Tim Terpadu. Segera bereskan barang-barangmu. Semua rumah hari ini akan digusur”. Basron buru-buru mengeluarkan barang-barangnya. Setelah beres. Dalam tempo dua menit, rumah Basron dihancurkan dengan satu unit excavator. Hujan mengguyur deras, Basron hanya termangu menyaksikan rumahnya yang telah hancur.
“Cepat bersihkan puing-puing rumah ini. Jika tak dibersihkan, kami datang lagi besok. Kami bakar semuanya,” kata Basron menirukan ancaman mereka. Ternak kesayangan Basron juga dijarah. Dua ekor burung jalak, dua ekor burung ketitiran, dan seekor ayam kate Australia seharga Rp 600 ribu dibawa pergi. “Mereka benar-benar tak manusiawi,” kata Basron kepada Mongabay Indonesia mengeluh.

Menurut Basron, jumlah “tim terpadu” yang datang diperkirakan 700-an orang. Mereka datang menggunakan puluhan mobil jenis Mitsubishi Strada dan Strada Triton. Sambil membawa satu unit excavator, satu unit grader, dan enam unit sonder.

Basron adalah salah satu dari Suku Anak Dalam (SAD) atau Suku Bathin Sembilan yang lebih dikenal dengan nama Kelompok SAD 113. Rumah Basron berada di Desa Pinang Tinggi, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. Hari itu, penggusuran dilakukan sejak jam 10.00 pagi sampai 16.30.

Menurut Basron, ada sekitar 109 rumah yang dihancurkan oleh “Tim Terpadu”. Pada 7 dan 8 Desember 2013, ada 31 rumah di Desa Padang Salak yang digusur. Sementara di Terawang sekitar 6 rumah hancur. Total selama tiga hari, sekitar 146 rumah yang sudah digusur. Kabarnya pada 12 dan 13 Desember ini dijadwalkan 600 rumah di Tanah Menang juga hendak digusur habis.

Aksi penggusuran dilakukan secara serentak dengan memecah menjadi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari puluhan preman bayaran, sekuriti, dan karyawan PT Asiatic Persada. Setiap orang dipersenjatai kapak, parang, golok, clurit, samurai, dan gancu. Setiap kelompok dikawal masing-masing dua orang anggota TNI dan Brimob yang lengkap bersenjata api.

Leher Meldi, 25 tahun, bahkan sempat dikalungkan clurit. Gara-garanya Meldi ketahuan memotret kejadian penggusuran itu. Telepon genggamnya langsung dihancurkan. Begitu pula beberapa handphone milik warga lain. “Jangan potret tindakan kami ini,” kata Meldi menirukan ucapan mereka. Bahkan beberapa warga dilarang mengangkat telepon genggam ketika berbunyi. Motor-motor milik warga juga jadi amukan mereka. Ada yang dibelah dua bannya.


Nyaris tak ada dokumentasi kejadian penggusuran tersebut. Untungnya Meldi masih sempat memotret kejadian itu menggunakan telepon genggamnya satu lagi. Tampak dalam salah satu foto, seseorang sedang membawa barang jarahan. Di belakangnya karyawan PT Asiatic Persada berkaos hijau-hijau turun dari mobil.

Sebelum digusur, warung milik Simin, 75 tahun juga dijarah. Makanan, minuman, dan rokok diambil sesuka hati tanpa membayar. “Celengan saya berisi duit Rp 600 ribu juga dirampas mereka,” katanya kepada Mongabay Indonesia.

Barang-barang milik tetangga Simin yakni Jasmi, 55 tahun juga disapu bersih. Helm, parang, sepatu, kampak, golong, pisau dapur, dodos, egrek, senapan burung lenyap. “Burung kacer satu ekor, burung jalak dua ekor, butung perkutut tiga ekor, termasuk seekor ayam kampung yang tengah mengeram juga ikut dijarah,” kata Jasmi.

Rumah terakhir yang digusur adalah rumah Daim, 49 tahun. “Celengan saya berisi Rp 6 juta mereka bongkar dan isinya diambil,” kata Daim kepada Mongabay Indonesia sambil menunjukkan celengan yang sudah rusak. “Solar dan minyak, mereka tumpahkan. Genset saja kalau sanggup mereka angkat mungkin mereka ambil juga,” kata Daim.

Kelompok SAD 113 sejak tahun 1986 silam bersengketa lahan dengan PT Asiatic Persada yang selalu berganti-ganti kepemilikan. Pada tahun 2006, perusahaan ini dikuasai PT Wilmar International. Bahkan sudah nyaris berujung pada kesepakatan dengan pola kemitraan.

Mediasi melalui Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pada Juli 2012 menyatakan semua pihak yang terlibat, termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI setuju dilakukan pengukuran lahan seluas 3.550 hektare. Namun rekomendasi itu diabaikan PT Asiatic Persada. Kini, persisnya sejak 9 Desember 2013, sekitar 150-an orang dari Kelompok SAD 113 kembali akan melakukan pertemuan dengan BPN RI.

Pada Mei 2013, Pemerintah Provinsi Jambi mengeluarkan surat kepada PT Asiatic Persada untuk mengembalikan lahan tersebut namun juga diacuhkan. Pada 25 Oktober 2013, pemerintah daerah pun menerbitkan surat rekomendasi pembatalan izin atas Hak Guna Usaha karena mengabaikan instruksi Gubernur Jambi, setelah adanya peringatan berkali-kali.

Hingga akhirnya April 2013 dikabarkan PT Asiatic Persada kembali dijual kepada PT Agro Mandiri Semesta (AMS) di bawah kendali Ganda Group. Kelompok bisnis itu dimiliki oleh Ganda Sitorus – masih saudara dekat Martua Sitorus, salah satu pemilik Wilmar International.


Tim Terpadu Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Wilayah Kabupaten Batanghari dibentuk pada 26 April 2013 lewat Keputusan Bupati Batanghari Nomor 404 Tahun 2013. Bupati Batanghari duduk sebagai ketua tim dan Kapolres Batanghari sebagai Wakil Ketua I. Anehnya Lembaga Adat berada pada posisi nomor 40 sebagai anggota tim mendadak menjadi penentu penyelesaian konflik ini.

Sekretaris Lembaga Adat Batanghari Khuswaini mengatakan, konflik itu hanya bisa diselesaikan secara adat. Perusahaan baru saja menyerahkan lahan seluas 2.000 hektare kepada Pemerintah Kabupaten Batanghari. Dalam sepekan ini Lembaga Adat akan memverifikasi siapa saja yang berhak menerima lahan tersebut. Namun Khuswaini tak merinci apa saja indikator verifikasi. Soal tindakan penggusuran, Khuswaini mengaku tak tahu sama sekali. “Kami baru dapat laporan soal itu hari ini. Soal benar-tidaknya saya belum tahu,” katanya kepada Mongabay Indonesia.

Sormin membantah bahwa pihaknya ikut melakukan penggusuran tersebut. “Kalau pada 7 Desember 2013 betul kita melakukan penertiban yang berujung pada aksi balasan pembakaran. Kalau aksi penggusuran di Pinang Tinggi, wah kami tidak tahu itu. Kita juga kaget dapat kabar ini,” katanya kepada Mongabay-Indonesia.

Menurut Sormin, Tim Terpadu itu tujuannya mencari solusi. “Apalagi kalau kami disebut menjarah. Tidak ada itu. Mohon jangan dibilang menjarah. Tindakan penggusuran itu murni dilakukan perusahaan. Kami tidak ikut serta. Sambil menunggu penyelesaian, kami akan meminta perusahaan untuk sementara menghentikan tindakannya,” ujarnya.

Juru bicara Kelompok SAD 113, Idris, mengatakan bahwa pertemuan itu terkesan mendorong mereka pada satu opsi yaitu penyelesaian konflik di Lembaga Adat. “Kami akan ikuti itu tapi soal solusi entah itu kemitraan atau apapun polanya, nanti dulu. Sekarang kami minta ganti rugi rumah-rumah kami yang digusur. Mana tanggung jawab mereka,” katanya kepada Mongabay Indonesia.

Dua anak Basron tengah berada di Jakarta. “Begitu mereka pulang, mereka pasti bingung, rumah kami tak ada lagi. Saya juga bingung bagaimana memberi tahu mereka bahwa ayam kesayangan mereka dijarah,” kata Basron dengan pandangan berkaca-kaca.

http://www.mongabay.co.id/2013/12/13/puluhan-tahun-berlanjut-asiatic-persada-terus-memakan-korban-suku-anak-dalam/

Tujuh Alasan Penggusuran PT. Asiatic Persada Terhadap SAD Dianggap Ilegal
7 Desember 2013, PT. Asiatic Persada (anak perusahaan Wilmar Group asal Malaysia) menggusur paksa ratusan rumah warga Suku Anak Dalam (SAD) di dusun Padang Salak, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari, Jambi.

Ironisnya, proses penggusuran paksa itu menyertakan sekitar 1500-an pasukan gabungan TNI, Polri, security PT. Asiatic Persada, dan preman bayaran perusahaan. Lebih ironis lagi, proses penggusuran itu disertai pemukulan, penganiayaan, intimidasi, teror, upaya pembacokan terhadap sejumlah warga SAD dan aktivis yang berusaha mempertahankan tanahnya.

Kemudian, pada tanggal 8 Desember 2013, terjadi penangkapan terhadap 3 (orang) warga Suku Anak Dalam. Proses penangkapan terhadap ketiga warga ini disertai dengan tembakan dan kekerasan. Akibatnya, banyak warga yang ketakutan dan mengalami trauma mendalam.

Pasca penggusuran tanggal 7 Desember lalu, proses intimidasi dan teror terhadap warga berlangsung massif. Warga dilarang kembali ke daerah pemukiman (dusun) mereka. Bahkan, beberapa warga yang mencoba kembali diancam akan dibunuh.

Kemudian hari (11/12/2013), 500-an pasukan gabungan TNI, Brimob/Polri, Security PT. Asiatic Persada kembali melakukan penggusuran dan pengusiran paksa terhadap warga SAD yang bermukim di dusun Pinang Tinggi, desa Bungku, kecamatan Bajubang, Batanghari. Para penggusur menghancurkan rumahr-rumah warga, termasuk rumah permanen. Selain itu, para penggusur mengintimidasi warga yang mencoba melawan.

Ibu Hanimah (60 tahun), seorang warga SAD di Pinang Tinggi yang menyaksikan proses penggusuran itu, rumah-rumah warga dibongkar dengan jonder. Beberapa warga yang tidak menyelamatkan barang-barangnya karena dihalang-halangi dan diintimidasi oleh para penggusur. Bahkan, ada beberapa warga yang diancam dibunuh jika berani mendekat ke lokasi penggusuran.

Proses penggusuran yang dilakukan oleh PT. Asiatic Persada, yang didukung oleh aparat keamanan (TNI/Polri), sebetulnya penuh kejanggalan dan ileggal. Berikut beberapa faktanya:

Pertama, para penggusur itu mengaku mendapat perintah dari Tim Terpadu Penyelesaian Konflik Kabupaten Batanghari. Namun, ketika diminta menunjukkan surat perintah dari pihak dimaksud, para penggusur tidak sanggup memperlihatkannya.

Kedua, penggusuran ini juga sebetulnya sangat melecehkan wibawa dan otoritas pemerintah Republik Indonesia, seperti DPR-RI, Menteri Kehutanan, Badan Pertanahan Nasional (BPN), DPD-RI, Komnas HAM, Pemerintah Daerah Jambi, dan Pemerintah Daerah Batanghari. Pasalnya, semua lembaga yang disebutkan di atas sudah menyepakati perihal pengembalian tanah ulayat suku Anak Dalam seluas 3550 ha sesuai peta mikro.

Ketiga, terkait keputusan lembaga di atas, Gubernur Jambi sudah tiga (3) melayangkan Surat Peringatan kepada PT. Asiatic Persada untuk menjalankan kesepakatan dan mengembalikan hak ulayat warga SAD. Tetapi semua Surat Peringatan itu diabaikan oleh PT. Asiatic Persada.

Keempat, Gubernur Jambi sudah mengeluarkan Surat tertanggal 25 Oktober 2013 tentang Rekomendasi Peninjauan Ulang Hak Guna Usaha (HGU) PT. Asiatic Persada. Dan surat itu sudah dalam tahap proses di BPN-RI.

Kelima, tindakan PT. Asiatic Persada dan aparat keamanan jelas melanggar Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dengan nomor putusan: 55/PUU-VIII/2010 yang melarang penggunaan pasal kriminalisasi terhadap perjuangan petani yang ingin merebut hak-haknya yang dirampas oleh perusahaan perkebunan.

Keenam, tindakan PT. Asiatic Persada melecehkan putusan MK nomor 35/PUU-XII/2012 sudah menegaskan wewenang masyarakat adat terhadap hutan adat. Artinya, terkait konflik antara warga SAD versus PT. Asiatic Persada, wewenang sepenuhnya berada di tangan masyarakat adat SAD. Bukan lagi di tangan Kementerian Kehutanan.

Ketujuh, praktek perampasan lahan milik warga SAD merupakan pelecehan terhadap mandat konstitusi, yakni pasal 33 UUD 1945. Seharusnya, jika mengacu pada pasal 33 UUD 1945, hak penguasaan, pengelolaan, dan penerimaan manfaat dari kekayaan agraria seharusnya diprioritaskan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

http://www.berdikarionline.com/kabar-rakyat/20131211/tujuh-alasan-penggusuran-pt-asiatic-persada-terhadap-sad-dianggap-ilegal.html
Share:

14 Desember 2013

Ospek yang Kebablasan, Mahasiswa Disuruh Aksi Hubungan Intim




Video kesaksian :


Dalam kasus Orentasi Kemah Bakti Desa (KBD) yang digelar Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jawa Timur, 13 Oktober 2013 lalu diakui delapan saksi memang banyak perlakuan yang tidak manusiawi.

Hal itu disampaikan Koordinator aksi, Lalu Mustaqim, kepada wartawan disela-sela aksi yang dilakukan mahasiswa asal Mataram di Malang, Senin (9/12/2013), yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Kekerasan (AMAK).

Dari keterangan dan pengakuan Mustaqim, pihak mahasiswa asal Mataram sudah mengumpulkan delapan saksi yang terdiri dari mahasiswa baru (maba) yang ikut ospek bersama Fikri.

"Kita dua malam mendatangkan delapan saksi, yang dari jurusan Planologi angkatan 2013. Dari pengakuan delapan saksi itu, mahasiswa memang menerima perlakuan tidak manusia," katanya.

Bagi mahasiswa baru laki-laki, disuruh seperti berhubungan suami istri, dengan para mahasiswi baru. "Yang tidak manusiawi juga, peserta ospek diberi singkong yang bentuknya seperti alat kelamin dan diminta untuk alat oral. Ini kan sudah cukup bejat dan tidak manusiawi," kata Mustaqim.

Sebanyak 114 mahasiswa baru kata Mustaqim membeberkan pengakuan delapan para saksi, bahwa hanya diberi satu botol mineral, untuk diminum banyak mahasiswa itu. "Kasus ini harus diusut tuntas dan pihak ITN harus bertanggungjawab atas kasus ini," katanya.

http://regional.kompas.com/read/2013/12/09/1038190/Orientasi.di.ITN.Mahasiswa.Disuruh.Aksi.Hubungan.Intim


Panitia Pelonco Maut ITN [Hanya] Diskors Kampus

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Institut Teknologi Negeri Malang I Wayan Mundra menyatakan pihak kampus bersikap tegas terhadap panitia kegiatan Kemah Bakti Desa. Sebanyak 53 mahasiswa yang terlibat dalam kepanitiaan kegiatan tersebut diskors selama satu sampai dua semester.

Fikri, mahasiswa Jurusan Planologi ITN angkatan 2013, tewas setelah mengikuti orientasi Kemah Bakti Desa yang dilaksanakan di Gua Cina, Dusun Rowotrate, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, 11 Oktober lalu. Dugaan sementara polisi, Fikri meninggal akibat kelelahan.

ITN, kata Wakil Rektor, belum mengambil tindakan hukum atas kasus tersebut. ITN, kata dia, memilih cara kekeluargaan dan terus berkomunikasi dengan pihak keluarga. Ia mengaku telah menyelesaikan persoalan tersebut dengan keluarga korban. "Jalan kekeluargaan itu yang kami tempuh," kata dia kepada Tempo, Rabu, 11 Desember 2013.

Lalu Haq Mustaqim, juru bicara mahasiswa asal Mataram, Nusa Tenggara Barat, menuntut agar pelaku kekerasan bertanggung jawab secara hukum atas kematian Fikri. Alasannya, pelaku telah menghilangkan nyawa orang sehingga perbuatannya tergolong tindak pidana dan pelanggaran HAM.

Pihak keluarga korban, kata dia, tak mendapat penjelasan atas penyebab kematian Fikri. Keluarga, kata dia, juga tak mendapat hasil visum. Keluarga hanya diberi akta kematian.

Mereka menduga pihak ITN sengaja menutupi fakta dalam kematian Fikri. Dengan begitu, peristiwa kematian Fikri akibat kekerasan yang dilakukan mahasiswa senior ITN tak didengar publik. Menurut Lalu, tindak kekerasan dalam masa orientasi telah menjadi tradisi dan dilakukan setiap tahun. Karena itu, mereka menuntut ITN menghentikan segala bentuk kegiatan yang menjurus ke tindakan brutal.

 http://www.tempo.co/read/news/2013/12/11/063536544/Panitia-Pelonco-Maut-ITN-Diskors-Kampus

Mahasiswi Pelonco ITN Dipaksa Mengulum Singkong

Joko dan Dodo--bukan nama sebenarnya--mahasiswa Jurusan Planologi Institut Teknologi Nasional Malang angkatan 2013, mengungkapkan adanya praktek tak senonoh selama kegiatan perpeloncoan mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang.

Menurut Joko, pelecehan seksual terjadi ketika peserta laki-laki diperintahkan saling berpelukan layaknya sedang berhubungan intim. Sedangkan sekitar 50 mahasiswi diminta mengulum sebatang singkong yang berbentuk seperti kelamin laki-laki.

Orientasi mahasiswa baru di ITN itu digelar dengan tajuk Kemah Bakti Desa (KBD) di Gua Cina, Oktober lalu. Diduga, akibat berbagai aksi kekerasan dalam perpeloncoan itu, seorang mahasiswa bernama Fikri Dolasmantya Surya meninggal dunia.

Dodo mengatakan, peserta orientasi hanya menginap dua malam di rumah warga. Selanjutnya, mereka tidur di tenda. Setiap malam, mereka mengalami kekerasan yang sama dan berulang, hingga kemudian mereka mendengar kabar Fikri terjatuh dan meninggal.

Dosen penanggung jawab KBD, Hutomo Moestajab, menyangkal terjadi kekerasan selama kegiatan. Menurut dia, sejumlah dosen mengawasi kegiatan, meski tidak 24 jam. "Tak boleh ada main tangan," katanya. Ia juga membantah dosen maupun senior mengintimidasi mahasiswa baru.

http://id.berita.yahoo.com/mahasiswi-pelonco-itn-dipaksa-mengulum-singkong-011445537.html
Begini Brutalnya Pelonco ITN Versi Warga Sitiarjo

Perilaku brutal panitia Kemah Bakti Desa atau KBD yang diadakan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang memegalkan hati warga yang mendiami lokasi obyek wisata Pantai Gua Cina, RT 49/RW 09, Dusun Rowotrate, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Warga marah saat melihat banyak mahasiswa baru peserta KBD dikasari dengan bentakan dan hukuman fisik yang berat. Mulyati, misalnya, bahkan sampai menangis saat melihat Fikri Dolasmantya Surya duduk selonjoran di teras warung kosong milik tetangganya dalam kondisi pucat pasi dan lemas pada Jumat sore, 11 Oktober 2013, atau sehari sebelum dia meninggal.

"Mau ngasih minum saja dilarang sama panitia karena katanya buat pembentukan karakter. Saya sampai menangis di dapur, jangan sampai anak-cucuku diperlakukan begitu," kata Mulyati kepada Tempo, Jumat, 13 Desember 2013.

Dia kerap mendengar peserta KBD dibentak-bentak. Warga melihat peserta KBD berguling-guling di jalan berpasir sepanjang 30-40 meter pada siang hari. Ada juga peserta yang disuruh push-up. Dia menggambarkan pula betapa tidak manusiawinya panitia memperlakukan peserta kemah yang kebelet buang hajat. Selalu saja ada seorang pengawas yang menunggu di pintu toilet sambil menghitung sampai tiga.

"Kalau lewat hitungan ketiga, pintu toilet digedor-gedor. Saya sempat menegur panitia karena saya khawatir ada apa-apa di kamar mandi saya. Tapi dijawab tidak ada apa-apa. Ada beberapa peserta yang keluar toilet dengan celana basah, mungkin karena pipisnya belum selesai," kata Mulyati.

Sih Panrimo, anggota Paguyuban Mitra Kelola Wanawisata Pantai Gua Cina, juga merasa geram. Panrimo bertubuh tinggi-besar dengan tato di sekujur badan yang berwarna gelap. Ia bersama Maryono, ketua Paguyuban, sempat melihat Fikri dibanting dan ditendang pada bagian rusuk kiri-kanannya pada Kamis pagi, 10 Oktober. Pakaian Fikri sampai sobek-sobek dan kotor. "Saya memilih pergi karena tidak tega," kata dia.

Kemarahan warga makin bertambah pada Jumat, 11 Oktober 2013, sekitar pukul 11 siang. Maryono sempat melihat sejumlah mahasiswa, kebanyakan perempuan, yang pingsan di dekat portal loket masuk wanawisata. Ada yang dibonceng dengan sepeda motor, ada pula yang diangkut dengan mobil pikap ke barak induk. Di sana, panitia mendirikan empat barak ala militer.

Sekitar pukul 15.00, Panrimo sempat melihat Fikri dikerubuti di depan warung milik Mbah Ri. Fikri terlihat lemas dan pucat, persis yang disaksikan Mulyati dari dekat. Dan, pada Sabtu, 12 Oktober 2013, sekitar pukul 10.00, banyak panitia perempuan dan mahasiswa yang menangis. Cerita yang beredar di masyarakat, waktu itu Fikri sudah meninggal dan dibawa diam-diam dengan pikap Panther biru ke Puskesmas Sitiarjo. Bak mobil ditutup dengan kain terpal.

http://www.tempo.co/read/news/2013/12/13/058537320/Begini-Brutalnya-Pelonco-ITN-Versi-Warga-Sitiarjo
Share:

13 Desember 2013

Video Mesum 'Penggir Songai' Hebohkan Situbondo

Video mesum yang diduga diperankan warga Situbondo membuat heboh warga. Sejak beberapa hari terakhir, video dengan format 3GP ini terus menyebar dari ponsel ke ponsel. Polisi kini tengah menyelidiki pemeran dan penyebar video mesum berjudul 'Penggir Songai' tersebut.

"Informasinya video itu diperankan warga Situbondo. Tapi kepastiannya masih terus kami selidiki. Termasuk siapa yang menyebarkan (video) itu," kata Kasubbag Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi, Kamis (12/12/2013).


Keterangan yang dihimpun detikcom menyebutkan, video mesum berdurasi 3 menit 3 detik itu menampilkan adegan seronok di alam terbuka. Menggunakan alas karung sak plastik, lokasi adegan tak lazim itu tampak seperti judulnya, yakni di pinggir sungai. Dari pengambilan gambarnya, kuat dugaan video mesum itu sengaja direkam pemeran pria menggunakan kamera ponsel.

Indikasinya, selama beradegan hanya sesekali wajah pemeran wanitanya saja yang tampak kelihatan dari bagian depan. Meski sempat jelas kelihatan, si wanita akhirnya memilih menutup wajahnya dengan topi. Sejumlah percakapan yang terekam selama beradegan mesum terdengar tidak cukup jelas. Hanya pemeran wanitanya sempat berdesah 'geliyek' atau geli.

Informasi yang berkembang, pemeran wanita itu konon seorang janda dua anak yang tinggal di pinggiran Kota Situbondo. Sementara pemeran prianya disebut-sebut karyawan sebuah koperasi. Namun, sejak video itu tersebar keduanya konon langsung menghilang. Si pemeran wanita bahkan disebut-sebut langsung pergi ke Bali.

"Iya, ceweknya dengar-dengar memang orang sini, sudah janda. Yang cowok kabarnya kerja di koperasi, tapi tidak tahu koperasi mana," tandas Bari, warga Situbondo yang mengaku mempunyai rekaman video tersebut.

sumber : detik
Share:

2 Mahasiswa Solo Kepergok Mesum di Kampus

Sepasang mahasiswa tepergok melakukan tindakan mesum di lahan parkir kampus universitas terkemuka di Kota Solo, Rabu (11/12/2013). Dua sejoli, NA, 20, warga Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, dan DS, 20, warga Ngijo, Tasikmadu, Karanganyar yang digerebek personel satuan pengamanan (satpam) kampus itu sama-sama tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) tetapi di dua perguruan tinggi berbeda.


Salah seorang anggota satpam Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo saat ditemui wartawan, Rabu, mengatakan kedua mahasiswa itu diciduk saat melakukan tindakan mesum dalam mobil Daihatsu Terios warna merah marun. Anggota satpam curiga karena mobil tersebut diparkir di tempat parkir kampus tetapi mesinnya tidak dimatikan dalam rentang waktu cukup lama.

Sekitar pukul 14.00 WIB, dua orang anggota satpam mengetuk pintu mobil itu dan mereka mendapati mahasiswa putri tengah dalam kondisi bertelanjang dada. Saat itu, posisi mahasiswi itu berada di atas tubuh mahasiswa pasangannya.

Kendati nyata-nyata tepergok tanpa busana bagian atas, dua sejoli itu tidak mengakui berbuat cabul di tempat itu. Para anggota satpam itu pun lalu menggelandang keduanya ke ruang bagian administrasi pendidikan setempat fakultas setempat. Dari tempat itu, kedua pelaku perbuatan mesum di kampus itu lalu digelandang ke Kantor Pusat Satpam Kampus UNS Kentingan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kakak DS: Adik Saya Tidak Berbuat Tindak Asusila
Pihak keluarga DS, salah satu dari pasangan mahasiswa yang digerebek satpam di kawasan UNS, menyatakan DS tidak berbuat tindak asusila.

“Saat kami tanyakan tentang kejadian itu, adik saya memang mengaku berduaan di dalam mobil. Tapi mereka dalam posisi duduk bersebelahan dan tidak telanjang dada,” jelas I, kakak DS, melalui SMS untuk Solopos.com, Kamis (12/12/2013) malam.

Menurut dia, DS biasanya menunggu pergantian jam kuliah dengan menonton televisi atau film di bioskop di dalam mobil.

“Adik saya menyalakan mesin mobil untuk menyetel televisi. Ia juga biasa melihat film dari laptopnya,” jelasnya.

Sementara itu, Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNS, Dwi Tiyanto, menyatakan mahasiswa yang melanggar aturan di lingkungan kampus bakal ditindak tegas.

“Dalam aturan tata tertib kampus untuk memberikan sanksi ada aturannya. Sanksinya mulai dari yang ringan sampai berat sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan mahasiswa,” jelasnya.


Mahasiswa Mesum Bisa Kena Sanksi Berat
Mahasiswa yang melanggar aturan di lingkungan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo bakal ditindak tegas sesuai dengan jenis pelanggaran. Hal itu ditegaskan Pembantu Rektor (PR) III Bidang Kemahasiswaan UNS, Dwi Tiyanto, saat dijumpai Solopos.com di ruang kerjanya, Kamis (12/12/2013).

“Dalam aturan tata tertib kampus, untuk memberikan sanksi ada aturannya. Sanksinya mulai dari yang ringan sampai berat sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan mahasiswa,” jelasnya.

Pelanggaran yang bersifat ringan, lanjut mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNS tersebut, seperti halnya berkelahi dan mencontek. Sedangkan pelanggaran yang sifatnya berat meliputi pembunuhan dan pemerkosaan, termasuk tindakan asusila jika hal itu dilakukan di lingkungan institusi pendidikan. “Itu termasuk berat, apalagi kalau dilakukan di kampus,” imbuhnya.

Menurutnya, setiap pelanggaran yang dilakukan mahasiswa yang tergolong berat ditindaklanjuti oleh Komisi Disiplin yang dibentuk Rektor UNS melalui Surat Keputusan (SK) No.559A/H27/PP/2008. Komisi tersebut beranggotakan dosen-dosen dari berbagai fakultas di UNS. “Kalau pelanggaran ringan tidak sampai Komisi Disiplin. Hasil rapat Komisi Disiplin diajukan ke Rektor sebagai penentu keputusan,” terangnya.

Sanksi untuk pelanggaran ringan, lanjutnya, biasanya ditegur dan peringatan tertulis jika dilakukan berulang. Namun, untuk pelanggaran berat, pelaku bisa diberi sanksi skorsing bahkan dicabut haknya sebagai mahasiswa. “Tapi biasanya, sebelum sampai dicabut haknya, mahasiswa sudah mengundurkan diri,” tambahnya.

Meski demikian, mahasiswa punya hak untuk melakukan pembelaan melalui Komisi Advokasi Mahasiswa. Komisi yang terdiri atas dosen, mahasiswa, dan karyawan tersebut dibentuk Rektor UNS melalui SK 931A/H27/KM/2008. “Mahasiswa perlu melakukan pembelaan oleh Komisi Advokasi Mahasiswa. Jadi sanksinya tidak sembarangan,” imbuhnya.

sumber :
http://www.solopos.com/2013/12/11/mesum-di-kampus-2-mahasiswa-solo-kepergok-mesum-di-kampus-473509
Share:

KPU Anggarkan Cetak Kertas Suara Rp 950 Milyar

SEBANYAK 20 konsorsium Komisi Pemilihan Umum (KPU) diberitakan telah mengurangi peserta lelang tender terkait pelaksanaan pemilu 2014 nanti.

Pengurangan peserta tender disebabkan karena dari 86 perusahaan yang ikut prakualifikasi lelang tender, KPU sebelumnya menetapkan 22 konsorsium untuk mengerjakan 15 paket kebutuhan logistik pemilu seperti kami kutip dari laman resmi KPU (13/12/2013).


Meski dinyatakan lolos tahap awal, tidak seharusnya perusahaan yang tergabung dalam konsorsium dipastikan bisa ikut dalam tahapan penawaran pada tanggal 25 Desember 2013 mendatang.

Sebelumnya, pada proses tender KPU hanya menganggarkan 800 miliar rupiah di luar ongkos distribusi. Besaran ongkos yang ditetapkan itu untuk satu paket antaran cetak dan distribusi surat suara menjadi 950 miliar rupiah untuk penyebaran ke masing-masing daerah.

Disamping itu untuk biaya cetak sekitar 800 miliar rupiah dan distribusi ke daerah sebesar Rp150 miliar rupiah.

"Dari jumlah anggaran itu, berarti telah KPU menetapkan besaran untuk ongkos distibusi logistik surat suara sebanyak 150 miliar rupiah," katanya.

KPU mulai menjadwalkan pada tanggal 15 Januari 2014, sesuai dengan jadwal tahapan pelaksanaan pemilu dan pada bulan Februari proses distribusi surat suara sudah dimulai.

Maka dari itu, Ia berharap, jadwal sesuai dengan waktu yang ditetapkan, sehingga tidak mengganggu tahapan pemilu.

http://politik.pelitaonline.com/news/2013/12/13/kpu-anggarkan-cetak-kertas-suara-rp-950-milyar
Share:

Di Samarinda, Operasi Balik Perawan Hanya Rp 18 Juta

Operasi vaginoplasty atau operasi estetika untuk mengembalikan bentuk vagina dan sekitarnya menjadi kembali "perawan" ternyata marak dilakukan di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Operasi tersebut banyak diminati para ibu rumah tangga dengan tujuan proses berhubungan suami istri kembali nyaman seperti saat pertama.

Ketua Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Kaltim, dokter Syafardi, menjelaskan, operasi vaginoplasty adalah operasi mengecilkan atau menyempitkan jalan lahir. Seiring perkembangan zaman, operasi vaginoplasty banyak digunakan saat melakukan operasi estetika guna mengembalikan bentuk vagina ke bentuk semula.

“Pasca-melahirkan anak, terkadang ibu rumah tangga merasa tidak percaya diri dengan kondisi fisiknya. Saat melakukan hubungan suami istri mereka merasa bentuk organ intimnya lebih melebar atau longgar. Ketakutan yang timbul bisa mengganggu keharmonisan sebuah rumah tangga sehingga menimbulkaan niat operasi vaginoplasty,” jelasnya, Rabu (4/12/2013).

Syafardi mengaku sudah belasan kali mengoperasi untuk mengembalikan keperawanan para ibu rumah tangga. Sebagian pasiennya berusia antara 30 hingga 45 tahun. Tempat operasi bisa di semua rumah sakit, asalkan ada dokter spesialis yang bersedia mengoperasi.

“Selama ini, saya baru mengoperasi belasan pasien. Kasusnya sama, rata-rata mereka beralasan ketidaknyamanan saat berhubungan intim dengan suami. Mereka tidak percaya diri sehingga nekat menjalani operasi vaginoplasty,” lanjutnya.

Terkait biaya, dokter spesialis kandungan itu menyebutkan nominal terendah sekitar Rp 18 juta. Meski terbilang murah, kualitas hasilnya sama dengan operasi yang harganya puluhan juta rupiah.

“Di Kaltim, tepatnya di Samarinda, Rp 18 juta sudah bisa operasi vaginoplasty. Kalau di Surabaya mungkin harganya bisa puluhan juta, tapi hasilnya sama saja. Bedanya mungkin peralatan lebih canggih dan dilakukan di rumah sakit terkemuka,” ungkapnya.

Untuk selaput dara, Syafardi menjelaskan, tidak perlu menggunakan selaput dara buatan. Menurutnya, jika mau menambahkan selaput dara buatan, bisa saja, tetapi hasilnya sama. Yang membedakan hanya selaput dara yang baru tersebut.

“Vaginoplasty sudah menyempitkan dan mengembalikan vagina ke bentuk semula. Tidak perlu menggunakan selaput dara buatan lagi. Tetapi kalau mau, ya, tidak masalah,” tutupnya.

Sumber : kompas

Share:

Terjadi Kasus Pencurian Mayat di Pemakaman Cilacap

Ibunda almarhumah Endah Setyowati, Titin Sumarningsih (46), warga Desa Slarang RT 3 RW 12 Kecamatan Kesugihan, Cilacap Jawa Tengah mengaku terkejut dengan peristiwa pembongkaran makam anaknya di Pemakaman Umum Sabuk Janur Kelurahan Kebonmanis, Cilacap Utara, Kamis (12/12).

"Saya bingung, apa dosa anak saya sampai harus alami kejadian seperti ini. Saya juga merasa tidak punya masalah dengan siapapun," ucap Titin.

Ia mengatakan, anaknya tersebut meninggal pada hari pertama Hari Raya Idul Fitri, Kamis 8 Agustus karena menderita penyakit Lupus. Kemudian, jenazahnya dimakamkan sehari setelahnya, Jumat Kliwon 9 Agustus.

Saat malam kejadian, Titin mengaku tidak bisa tidur semalamam. "Tidak ada kejadian aneh, cuma tadi malam saya tidak bisa tidur. Ternyata pagi hari ada cerita seperti ini menimpa anak saya," katanya.

Titin mengaku mendapatkan informasi makam anaknya yang dibongkar dari Supriyanto (37). Saat itu, Supriyanto hendak mengunjungi makam ayahnya yang baru 7 hari meninggal dan berada di samping makam Endah, yang terhitung masih kerabat. Supriyanto pun dikejutkan dengan kondisi makam Endah yang sudah berlobang akibat bekas galian. "Awalnya saya berniat nyekar di makam ayah saya yang baru 7 hari meninggal dunia. Tapi saya melihat makam Endah sudah berantakan berlobang, bekas digali," jelasnya.

Kepala Kepolisian Sektor (Polek) Cilacap Utara Ajun Komisaris Polisi Gatot Sumbono mengatakan, pelaku pembongkaran makam mengambil bagian kepala mulai leher hingga tengkorak jenazah. Tetapi, bagian kerangka rahang mayat tidak dibawa. Saat ini, pihaknya masih menyelidiki motif pencurian mayat.

Sementara itu, beberapa benda ditemukan di sekitar makam seperti sebuah cangkul kecil, kandang ayam, sarang burung, sebuah guci kecil, lilin ulang tahun berbentuk angka 2 dan 4 sesuai usia mayat, dan beberapa potongan tubuh mayat. Diduga kuat barang-barang tersebut sengaja ditinggalkan pelaku.


http://www.merdeka.com/peristiwa/orangtua-apa-dosa-anak-saya-sampai-makamnya-dibongkar.html
Share:

Ada yang Bergembira Ketika Tabrakan Kereta vs Truk

Ada saja yg masih tega memamfaatkan moment berduka ini -  Wati (39), warga Cicayur, Serpong, Tangerang Selatan, habis kesabarannya ketika anaknya, Dani (5), tidak berhenti menangis. Anak bungsunya itu tidak tahan panas dan lembabnya Stasiun Tanah Abang, Jakarta Selatan, Senin (9/12), sekitar pukul 12.30. Keringat dan air mata adu cepat keluar dari tubuh Dani.

Wati tak kuasa menahan tangis Dani. Ia masih lemas mendengar kabar perjalanan kereta rel listrik (KRL) jurusan Serpong-Tanah Abang dihentikan. Penyebabnya, KRL 1131 menabrak truk BBM di tengah pintu rel Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Duduk terkulai layu di atas tumpukan daster dan selimut yang baru dibeli di Tanah Abang, matanya memandang Dani lemas.

“Sebentar, ini keretanya mogok,” kata Wati lesu. Matanya memelas. Namun, Dani kecil belum mengerti arti tatapan itu. Ia masih menangis.

Tidak lama, seorang lelaki paruh baya mendekatinya. Ia menawarkan angkutan mobil. Menuju Cicayur, lelaki itu mantap menyebutkan Rp 400.000. Alasannya, lalu lintas macet dan Wati membawa banyak barang bawaan. Bukannya lega, kepala Wati justru tambah pening.

“Mahal amat. Biasanya Rp 100.000? Ini, kok, empat kali lipat,” kata Wati keheranan.

“Itu, kan, tarif biasa. Sekarang banyak yang butuh mobil gara-gara kereta enggak jalan,” kata lelaki itu enteng.

“Enggak, deh, Bang. Saya tunggu aja,” ujar Wati menggelengkan lemah kepalanya. Di sebelahnya, Dani menangis makin keras.

“Bang mau ke Parung Panjang? Saya butuh enam orang lagi. Udah ada tujuh orang siap berangkat,” ujar salah seorang sopir mobil omprengan yang biasa memangkal di depan Pasar Tanah Abang.

Sigit yang bosan menunggu di depan kantor Kepala Stasiun Tanah Abang bersama dua kawannya menanggapi tawaran itu.

“Berapa Bang?” tanya Sigit.

“Udah Rp 50.000 aja. Lumayan daripada nunggu lama,” ujar sopir itu.

“Enggak ada duit Bang.” katanya.

Sigit merasa tarif itu tidak masuk akal. Biasanya ia hanya mengeluarkan Rp 8.000 dari Tanah Abang menuju Serpong.

Tindakan sopir omprengan itu jelas bukan tindakan terpuji. Memanfaatkan kebingungan penumpang yang gagal berangkat, mereka coba meraup untung tak semestinya.

Namun, bukan hanya sopir omprengan di Tanah Abang yang memanfaatkan situasi sempit itu. Tukang ojek di sekitar lokasi kejadian kecelakaan ada juga yang tega menangguk untung.

Mamik (44), pedagang kain yang akan berangkat ke Tanah Abang yang ada di kereta ketiga atau keempat di KRL 1131, tidak berpikir panjang saat bertemu tukang ojek. “Ongkos Rp 50.000, langsung saya bayar di muka, yang penting segera tiba di rumah,” ujarnya yang tinggal di kawasan BSD.

Kakinya terkilir karena nekat melompat dengan panik ketika berusaha keluar dari KRL untuk menyelamatkan diri. Begitu berhasil keluar dari kereta, Mamik segera menjauh dari KRL tersebut dan langsung mencari ojek untuk kembali. Ia pun tidak menawar lagi biaya yang diminta tukang ojek.

Pengojek di kawasan BSD juga ada yang memanfaatkan situasi itu. Mereka ada yang menarik ongkos Rp 100.000 untuk mengantarkan ke lokasi kejadian. Bahkan, ketika ada yang ingin minta diantar ke BSD dari lokasi kejadian, ongkos ojek naik lagi menjadi Rp 150.000.

“Kondisinya hujan dan tidak banyak ojek yang mau ke BSD,” ujar tukang ojek itu dengan tenang.

Merasa tidak ada pilihan lain, Dimas (28), warga BSD, “sepakat” dan tidak bisa menolak tawaran itu. “Yang penting saya bisa nyampe rumah,” ujarnya

Sumber : tribun news.
Share:

Label

Arsip Blog

Arsip Blog