Arti “Original” di Produk Shopee Masih Abu-abu (Awas Palsu)
Antara Klaim Penjual, Sistem Marketplace, dan Lemahnya Perlindungan Konsumen
Pendahuluan
Kata “original” adalah salah satu istilah paling kuat dalam perdagangan. Bagi konsumen awam, “original” berarti asli pabrikan, kualitas sama seperti bawaan produk baru, dan layak dipercaya. Namun dalam praktik di marketplace, terutama pada produk spare part dan komponen teknis, makna kata “original” sering kali tidak jelas, tidak konsisten, bisa Palsu dan berujung menyesatkan.
Shopee sebagai salah satu marketplace terbesar di Indonesia menampilkan ribuan produk dengan klaim “original”, tetapi pengalaman saya sebagai konsumen menunjukkan bahwa kualitas barang yang diterima jauh dari ekspektasi original pabrikan. Masalahnya bukan sekadar soal barang rusak, melainkan kaburnya definisi “original” itu sendiri.
Apa yang Dipahami Konsumen tentang “Original”
Dalam logika konsumen yang wajar:
Original berarti dibuat oleh pabrikan resmi
Kualitas setara dengan komponen bawaan produk baru
Umur pakai panjang dan stabil
Aman untuk komponen penting (safety part)
Dengan pemahaman ini, konsumen rela membayar lebih mahal karena percaya bahwa “original” memberikan jaminan kualitas.
Masalah muncul ketika realitas di marketplace tidak sejalan dengan pemahaman ini.
Realitas di Marketplace: “Original” Versi Siapa?
Di Shopee (dan marketplace lain), kata “original” tidak memiliki definisi teknis yang mengikat. Penjual dapat menggunakannya untuk berbagai makna, seperti:
Original model (bentuk sama)
Original OEM replacement
Original quality
Original compatible
Bahkan sekadar “bukan KW murahan”
Semua istilah tersebut sah secara sistem marketplace, selama barang:
Sampai ke pembeli
Bisa dipakai
Tidak memalsukan merek secara terang-terangan
Akibatnya, konsumen menghadapi ilusi kesetaraan kualitas, padahal yang dijual sering kali adalah OEM retail / aftermarket, bukan genuine part pabrikan.
Kasus Spare Part: Di Sini Masalah Paling Terlihat
Masalah ini paling nyata pada spare part elektronik dan mekanik, misalnya:
Door lock mesin cuci
Sensor tekanan atau suhu
Modul kontrol
Komponen pengaman (safety component)
Di marketplace, spare part tersebut:
Bentuknya sama
Nomor modelnya sama
Diklaim “original”
Harganya jauh lebih murah
Namun dalam penggunaan nyata:
Umur pakai pendek
Toleransi kerja buruk
Timing dan stabilitas tidak sesuai standar pabrikan
Sementara spare part jalur service center resmi:
Tidak dijual bebas di marketplace
Memiliki kode internal berbeda
Dikemas khusus
Harganya jauh lebih mahal
Umur pakai jauh lebih panjang
Secara fungsi memang sama, tetapi secara kualitas dan kelas produksi sangat berbeda.
Apakah Ini Penipuan?
Secara Etika Konsumen: YA
Karena kata “original” menciptakan ekspektasi kualitas pabrikan, padahal yang diberikan adalah replacement grade.
Secara Hukum Marketplace: ABU-ABU
Karena:
Barang tidak sepenuhnya palsu
Tidak memalsukan merek
Masih berfungsi sesuai deskripsi umum
Sesuai gambar
Inilah yang membuat praktik ini sulit ditindak, meskipun jelas menyesatkan.
Di Mana Peran Marketplace dan Negara?
Marketplace beroperasi dengan prinsip:
Fokus pada volume transaksi
Sengketa dinilai dari fungsi barang, bukan kelas kualitas
Sementara negara:
Belum mengunci definisi teknis istilah seperti “original”, “genuine”, dan “OEM”
Perlindungan konsumen masih bersifat umum, bukan teknis
Penegakan diserahkan ke platform
Akibatnya, beban kehati-hatian sepenuhnya jatuh ke konsumen.
Bagaimana Seharusnya Istilah Digunakan?
Agar adil dan jujur, seharusnya ada pembedaan jelas:
Genuine / Original Pabrikan
→ Hanya untuk spare part jalur service center resmiOEM Replacement
→ Pengganti resmi non-SC dengan kualitas menengahAftermarket / Compatible With
→ Pengganti bebas dengan kualitas bervariasi
Jika standar ini diterapkan, konsumen bisa memilih dengan sadar, bukan terjebak klaim.
Sikap Konsumen yang Paling Rasional Saat Ini
Selama sistem belum berubah, konsumen perlu bersikap realistis:
Anggap kata “original” di marketplace tidak bermakna teknis
Untuk safety part, gunakan jalur teknisi atau service center
Marketplace hanya untuk komponen non-kritis
Nilai produk dari jalur distribusi, bukan dari klaim judul
Ini bukan sikap sinis, tetapi strategi bertahan dalam sistem yang belum adil.
Intinya
Masalah arti “original” di Shopee bukan persoalan satu dua penjual, melainkan masalah struktural: definisi kabur, insentif pasar yang salah, dan perlindungan konsumen yang tertinggal.
Selama kata “original” masih dibiarkan menjadi istilah pemasaran bebas, kerugian konsumen akan terus berulang. Perubahan hanya bisa terjadi jika ada:
Standar istilah yang jelas
Penegakan yang konsisten
Marketplace yang berpihak pada kejujuran informasi
Sampai saat itu tiba, kewaspadaan konsumen adalah satu-satunya perlindungan nyata.

Posting Komentar