herijaya

Ini Alasan BURUH Demo Minta Gaji (Tuntut UMP) 3.7Juta

Ratusan buruh yang tergabung dalam forum buruh DKI Jakarta, hari ini berdemonstrasi menuntut kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta Tahun 2014 sebesar Rp 3,7 juta. Aksi tersebut dilakukan di depan kantor Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).

Dalam tuntutan tersebut, terdapat 60 item yang menjadi dasar kenaikan UMP yang dinilai tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Termasuk harga nasi uduk dan deodoran yang terus melambung.

Berikut rincian komponen yang dimasukan dalam UMP:

1. Perumahan
Sewa rumah (3 petak)/cicilan rumah tipe 36 sebesar Rp 750 Ribu. Kemudian perabotan rumah 30 item di antaranya kasur, dipan, sprei, meja, lemari, dispenser, mesin cuci, kipas angin, perlengkapan makan seharga Rp 300 ribu. Biaya listrik 900 VA Rp 100 ribu dan air PAM untuk keperluan mandi dan rumah tangga Rp 100 ribu.

2. Transportasi
Dua kali naik angkutan umum (pulang-pergi) dengan hitungan 2 x Rp3.000 atau Rp12.000. TransJakarta (pulang-pergi) yaitu 2 x Rp 3.500 atau Rp 7.000, dengan total satu bulan Rp 570 ribu.

3. Makanan dan Minuman
Makan pagi (nasi uduk telor) Rp 5.000 x 30 hari atau Rp 150 ribu. Makan siang (nasi soto) Rp 9.000 x 30 hari atau Rp 270 ribu. Makan malam (nasi goreng) Rp 8.000 x 30 hari atau Rp40 ribu. Buah-buahan Rp 100 ribu.

Minuman 1 kali minum teh Rp 2.000 x 30 hari atau Rp 6.000. 1 kali minum kopi Rp 2.500 x 30 hari atau Rp 75 ribu. Aqua Rp 3.000 x 30 hari atau Rp 90 ribu. Susu Rp 2.500 x 30 hari atau Rp75 ribu, dengan total Rp 300 ribu.

4. Sandang seperti pakaian, celana, kaos, sepatu, kemeja, handuk, perlengkapan ibadah, jam tangan, jam dinding, tas kerja dan lainnya total Rp 300 ribu.

5. Pendidikan seperti langganan koran atau tabloid total Rp 15 ribu.

6. Kesehatan seperti sabun, pasta gigi, bedak, deodorant, sampo, suplemen obat, potong rabut dan lainnya total Rp 150 ribu.

Jika dijumlah dari poin 1 sampai dengan 6, totalnya mencapai Rp 3.070.000. Belum lagi ditambah rekreasi dan tabungan atau 3 persen dari total sebesar Rp 100 ribu menjadi Rp 3.170.000.

Jika menghitung UMP berdasarkan UU Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, maka UMP atau UMK yang telah dihitung tadi sebesar Rp3.170.000 ditambah dengan KHL rata-rata 4 persen, produktivitas sebesar 6 persen, inflasi 9 persen.

Kemudian, 19 persen dari KHL Rp602 ribu dan KHL ditambah produktivitas pertumbuhan ekonomi dan inflasi ditambah 19 persen KHL, maka total jumlahnya sebesar Rp 3.772.000.

Menurut Sekretaris Jenderal Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), M Husni menjelaskan bahwa kebutuhan hidup layak di Jakarta seharusnya sebesar Rp 4 juta, sehingga permintaan buruh bahwa UMP dinaikkan sebesar Rp 3,7 juta adalah hal yang wajar.

"Permintaan kami dinaikkan menjadi Rp 3,7 juta itu adalah hal yang logis," ucap M Husni.

Menurut anda bagaimana hitungan para buruh ini? ada yang berlebihan atau tidak, silahkan berkomentar. kalau menurut saya sih, demi kebaikan bersama antara Perusahan dan juga Pekerja sebaiknya Buruh bisa lebih Tidak Boros dalam pengeluaran, Tidak Foya-foya seperti dalam hitungan diatas. toh Pekerja yang berprestasi pasti gajinya pun diangkat.

Baca juga berita sebelumnya disini

Related

Berita 364167470393625039

Poskan Komentar

  1. saya jg sebagai mantan buruh menurut saya sih harusny realistis tergantung dgan kmampuan perusahaan karna gak semua perusahaan mampu , dan dengan gaji 2,4jt aja saat ini untuk sektor 1 karyawan/operatorny pada beli mobil apalagi 3,7 bisa beli pesawat.......bisa menyebabkan harga2 pada naek kasian rakyat kecil yg lain seperti petani , pdgang kecil, dll trutama saudara2 kita yang berada di kmpung2.......... yang ditakutkan klo banyak perusahaan yg gulung tikar atau karyawan kontrak ssaat ini pada jadi kartap nanti generasi penerus kita yg setelah lulus smk dan tidak mampu untuk kuliah mau cari kerj dmn mereka?........pikirkanlah jauh kedepan wahai saudaraku jgan engkau memikirkan kepentinganmu saat ini saja tpi berpikirlah untuk kepentingan anak cucu kita

    BalasHapus
  2. jangan tinggal di jakarta mas, tau aja di jakarta berat biaya perbulan nya, situ demo2 gajih se gitu pabrik2 pada hengkang dari jakarta, security/hansip aja diam2 ga pernah demo, sarjana S1 yg gajih nya ga nyampe 3 juta diam2 aja, susah ga makan bangku sekolah , logika ga ada, ga misa mikir makai logika, cuman bisa demo2, lol

    BalasHapus

emo-but-icon

Hot in week

Recent

Comments

item